Ini Penyebab Sopir Bakar Bus Sekolah Berisi Anak SD

Ilustrasi bus terbakar. (Antara)
23 Maret 2019 01:10 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Seorang sopir di Italia menyandera 51 anak di dalam bus sekolah kemudian membakar kendaraan itu sebagai simbol protes atas kematian imigran di Mediterania.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian ini bermula ketika para siswa kelas dua di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Crema itu pulang dari acara olahraga didampingi tiga orang dewasa. Di tengah jalan, sang sopir bus tiba-tiba berubah haluan, dan mengumumkan bahwa dia menyandera para penumpang.

 "Tak ada yang keluar dari sini hidup-hidup," katanya, sebagaimana ditirukan oleh anak-anak tersebut.

Sopir itu kemudian menarik dua anak ke dekatnya dan mulai mengacungkan korek api dan membakar kain yang sudah dicelup ke bahan bakar sebagaimana dikutip CNN.com, Jumat (22/3/2019).

Insiden itu terjadi selama sekitar 10 menit hingga akhirnya bus tersebut menabrak satu mobil. Seorang anak di dalam mobil itu kemudian mengambil satu ponsel yang terjatuh saat tabrakan terjadi. Dia kemudian menelepon orangtuanya.

Orangtua anak itu lantas melapor ke kepolisian. Personel pun dikerahkan dan anak-anak itu berhasil diselamatkan.

"Ini adalah sebuah keajaiban. Ini bisa saja jadi malapetaka. Kepolisian sangat luar biasa, mencegah bus itu dan mengeluarkan anak-anak itu," ujar jaksa Milan, Francesco Greco.

Belasan anak dan dua orang dewasa dilarikan ke rumah sakit karena gangguan saluran pernapasan akibat terlalu banyak menghirup asap. Sementara itu, sang sopir, Ousseynou Sy, juga dirawat karena luka bakar di tangannya.

Di sela-sela perawatannya, Sy mengatakan kepada pengacaranya bahwa ia "ingin menunjukkan konsekuensi dari kebijakan imigrasi."

Badan kontra-terorisme Italia juga menyatakan bahwa nama Sy tak ada dalam radar teroris. Menurut mereka, Sy memang hanya menjalankan aksinya dengan motif pribadi.