Aksi Jokowi di Jogja: Gowes UGM-Kridosono Hingga Lempar Jaket

Joko Widodo (Jokowi) melemparkan jaketnya kepada simpatisan dan pendukungnya dalam deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Kridosono, Jogja, Sabtu (23/3 - 2019). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
23 Maret 2019 22:03 WIB Abdul Hamied Razak Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) melakukan hal tak terduga dalam Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3/2019). Jokowi melempar jaket bomber yang dia pakai kepada para pendukungnya.

Seusai melakukan takziah ke rumah duka Ketua Umum Seknas Muhammad Yamin di Maguwoharjo Depok Sleman, Jokowi tiba di Bundaran UGM bersama rombongan. Dari kawasan itu, Jokowi bersama istrinya, Iriana, mengendarai sepeda ontel menuju lokasi kegiatan.

Mengenakan jaket bomber berwarna beludru biru dongker kombinasi kuning dan kaus putih bertuliskan "Alumni Jogja SATUkan Indonesia", Jokowi mengayuh sepeda ditemani Iriana, Seskab Pramono Anung, dan sejumlah pejabat lainnya. Tentunya, pasukan pengawal presiden ikut mengamankan jalur sepeda Jokowi dan rombongan.

Sepanjang jalan, beberapa warga berusaha mendekat untuk bersalaman dan berswafoto dengan Jokowi. Aksi nekat warga itu tidak hanya satu-dua kali terjadi. Jokowi pun tak kuasa untuk melayani permintaan swafoto maupun berjabat tangan. Berhenti sejenak, pedal sepeda onthel klasiknya terus dikayuh Jokowi hingga Stadion Kridosono.

Setiba di Kridosono, Jokowi disambut atraksi kesenian Reog Mahesa Nempuh Kraton Ngiyom pimpinan budayawan Bramantyo dan kuda lumping. Musik orkestra gamelan Djaduk Ferianto juga melantung. Saking padatnya pendukung yang datang, tidak sedikit yang terpaksa berjubel di luar stadion.

Saat menyampaikan pidato kebangsaan, Jokowi mengingatkan kalayak jika Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk sekitar 269 juta jiwa. Indonesia juga dianugerahi beragam suku, bahasa, adat dan tradisi, agama. "Ini membuktikan Indonesia negara yang besar dan Jogja adalah miniatur Indonesia. Jangan sampai urusan politik lupa pada persatuan dan kesatuan, jaga kerukunan. Sanggup?" katanya disambut teriakan peserta.

Menurut Jokowi, sebagai negara besar tentu memiliki tantangan dan rintangan yang besar pula. Untuk menahkodai kapal sebesar Indonesia, lanjut alumni UGM ini, perlu nahkoda yang tidak hanya berpengalaman tetapi juga memiliki kemampuan dan kecakapan untuk mengarahkan suatu kapal.

"Saya beruntung diberi kemudahan. Mulai menjadi nakhoda di wilayah kecil (kota Solo), provinsi (DKI Jakarta) hingga negara (Indonesia)," katanya.

Tak lupa, Jokowi juga membangun optimisme peserta yang hadir saat itu. Dia menolak pandangan-pandangan pesimistis tentang masa depan Indonesia. "Jangan takut-takuti rakyat, 2030 Indonesia akan bubar, Indonesia punah. Namanya pemimpin itu kalau ada tantangan, rintangan, apapun harus di depan. Jangan takut-takuti rakyat. Jangan ajak rakyat pesimis," katanya.

Seusai berpidato, teriakan dukungan untuk memenangkan Jokowi tak berhenti. Jokowi pun membuka jaket bomber warna biru dongkernya, melipatnya, dan dalam hitungan detik melemparnya ke arah peserta. Jaket itu pun menjadi rebutan. Tak sampai disitu, Jokowi memenuhi keinginan peserta untuk swafoto.

Sebelum beranjak pergi meninggalkan lokasi, Jokowi mendapat kado istimewa berupa sebuah patung dirinya dari Paguyuban Alumni ISI Jogja (Paijo) karya seniman Dumadi.

Sumber : Harian Jogja