Jokowi: Jangan Terjebak dalam Pembangunan Made in Kampret

Presiden pada acara Gebyar Bakso Merah Putih di Lapangan Deltamas, Desa Hegarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/3 - 2019) siang. (Istimewa/Setkab.go.id)
23 Maret 2019 19:40 WIB Abdul Hamied Razak Nasional Share :

Solopos.com, JOGJA -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia', Sabtu (23/3/2019) di Stadion Kridosono, Jogja. Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali melontarkan pernyataan yang menyentil kubu lawan politiknya.

Di depan pendukungnya, Jokowi hampir lupa mengenalkan program baru andalannya di Pilpres 2019, yakni program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk kuliah. Menurutnya, kartu tersebut dikeluarkan untuk menjamin agar anak-anak Indonesia bisa melanjutkan pendidikannya sampai bangku kuliah, baik perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Jokowi mengatakan arah pembangunan Indonesia pada lima tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia. Saat itu, Jokowi sempat memplesetkan istilah middle income trap (negara yang terpaku dengan pendapatan menengah) menjadi "made in Kampret". Di dunia netizens, kata kampret kerap dipakai untuk menyebut pendukung pasangan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi.

"Kita tidak ingin terjebak pada pembangunan middle income trap, negara dengan pendapatan menengah. Kita tidak ingin seperti itu. Kita harus memperbaiki infrastruktur kita, memperbaiki SDM agar bisa masuk ke level negara maju," katanya.

Namun Jokowi mengingatkan jika tidak mudah untuk keluar dari negara menengah menjadi negara maju. Sebab, lanjutnya, ada sejumlah tantangan yang berat yang perlu diatasi. Pertama pembangunan infrastruktur, kedua pembangunan SDM dan ketiga, reformasi struktural institusi di lembaga-lembaga di Indonesia.

"Kalau ini dilakukan negara kita akan melompat menjadi negara maju dengan pendapatan yang tinggi. Kuncinya ada di situ. Saudara-saudara sanggup mendukung itu?" kata Jokowi.

Jokowi mengaku sangat menghargai pertemuan tersebut yang berlangsung di bawah terik matahari. Dia juga menghargai dukungan dari warga Jogja untuk dirinya dan berharap dukungan tersebut bisa memberikan dukungan suara yang signifikan pada Pilpres 2019.

Sumber : Harian Jogja