Polwan Selandia Baru yang Berkerudung dan Menyandang Senapan Ini Menarik Perhatian

Michelle Evans, anggota kepolisian Selandia Baru yang menarik perhatian setelah difoto sedang berjaga di tempat permakaman para korban serangan teror di dua masjid Kota Christchurch dengan mengenakan kerudung dan memasang bungan mawar merah di seragamnya. - JIBI/Solopos/Reuters
22 Maret 2019 18:40 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, CHRISTCHURCH – Di tengah suasana duka yang belum reda di Selandia Baru sejak terjadinya serangan teror di dua masjid di Kota Christchurch, foto seorang polwan mencuri perhatian. Polwan itu terlihat berjaga di dekat tempat permakaman para korban serangan dengan menyandang senapan, namun dia juga mengenakan kerudung dan memasang bunga mawar merah di dadanya.

Nama polwan itu Michelle Evans, yang mengenakan kerudung berwarna gelap yang senada dengan warna rompi taktis dan celana seragam yang dikenakannya.

Seorang fotografer situs berita Stuff, Alden Williams, seperti disebut di situsnya, Jumat (22/3/2019), mengaku sangat terkesan dengan penampilan sang polisi. “Saya sudah lama memotret polisi, namun kombinasi kerudung, senapan serbu, dan bunga mawar seperti ini belum pernah saya lihat,” kata Williams.

Foto polwan itu yang antara lain dimuat di Stuff langsung banyak dibagikan di media sosial. Komentar-komentar yang bermunculan pun memberikan pujian. “Ini contoh luar biasa mengenai toleransi dan kemanusiaan yang ada di Selandia Baru,” sebut salah satu komentar.

Michelle sendiri diketahui besar di wilayah Whanganui dan bergabung dengan kepolisian di sana. Dalam profil yang dimuat di koran lokal Whanganui Chronicle pada 2016, saat usianya 22 tahun, Michelle dikutip menyatakan sudah sejak kecil ingin menjadi polisi. “Saya ingin bekerja bersama masyarakat tempat saya dibesarkan dan membantu semua orang. Ini pekerjaan yang memuaskan karena saya terjun untuk membantu masyarakat dan untuk itulah saya digaji,” kata dia.

Michelle dalam tulisan di koran itu juga menyatakan menikmati tugas lapangannya. Tantangan yang biasa dihadapinya adalah orang-orang yang suka bersikap kasar, namun mereka akan tenang saat polisi mulai berbicara melayani mereka. “Mereka tahu kami akan membantu memberikan solusi atas masalah yang ada. Kami takkan pergi sebelum memastikan semua aman,” kata dia.

 

Sumber : Newswire