Sejarah Hari Ini: 22 Maret 1916, Kaisar Tiongkok Berubah Jadi Presiden

Kaisar Tiongkok, Yuan Shikai, yang kemudian menjadi presiden Tiongkok. (Wikimedia.org)
22 Maret 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Pada 22 Maret 1916, Kaisar Tiongkok Yuan Shikai turun takhta setelah Kekaisaran Tiongkok berubah menjadi republik dan ia langsung dinobatkan sebagai presiden. Ia menjabat presiden di Tiongkok sampai akhir hayatnya.

Berubahnya kaisar Tiongkok menjadi presiden itu merupakan satu dari sekian banyak peristiwa pada 22 Maret yang layak dikenang. Demi mengenangnya, berikut Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 22 Maret yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 22 Maret:

1784
Patung Buddha Zamrud dipindahkan dari wilayah Thonburi, Laos ke tempat yang sekarang ditempatinya di Wat Phra Kaew, Thailand. Pemindahan arca itu diiringi dengan upacara besar. Buddha Zamrud adalah peninggalan sejarah agama Buddha di Kerajaan Thai yang merupakan sebuah arca Buddha.

1829
Inggris, Rusia, dan Prancis menandatangani perjanjian yang disebut The London Protocol. Perjanjian tersebut mewajibkan ketiga negara itu untuk melindungi Yunani dari Kekaisaran Ottoman yang terus berusaha mencaploknya.

1916
Kaisar Tiongkok Yuan Shikai turun takhta setelah Kekaisaran Tiongkok berubah menjadi republik. Meski demikian, di hari yang sama, Yuan Shikai dinobatkan sebagai presiden hingga akhir hayatnya.

Kondisi wilayah Kota Shusha, Armenia setelah diserang tentara Azerbaijan dan tentara Turki, Maret 1920. (Wikimedia.org)
1920
Tentara Azerbaijan yang dibantu pasukan Turki membantai penduduk sipil di Kota Shusha di Nagorno-Karabakh, Armenia. Peristiwa tersebut terjadi karena Azerbaijan ingin mencaplok kawasan Shusha dari Armenia. Pembantaian tersebut kini dikenang dengan sebutan Pembantaian Shusha.

1933
Friedrich Wilheim von Pritwitz dan Gaffron dipecat dari jabatannya sebagai duta besar Jerman untuk Amerika Serikat (AS) dan digantikan Hanz Luther. Kedua orang tersebut dipecat karena memiliki pandangan politik yang berbeda dengan pemimpin Jerman Adolf Hitler.

1939
Jerman berhasil merebut kawasan Memel di timur Kerajaan Prusia dari tangan Lithuania. Namun kekuasaan Jerman di Memel tak bertahan lama. Jerman lantas mengembalikan kawasan tersebut kepada Kerajaan Prusia.

Patung Unbowed Man karya Sergei Selikhanov di situs peringatan Pembantaian Khatyn. (Wikimedia.org)

1943
Seluruh desa di Khatyn, wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia dan Belarusia, dibakar tentara Jerman. Diperkirakan ada sekitar 1.500 orang yang menjadi korban tragedi tersebut. Kini, salah satu persitiwa di masa Perang Dunia II itu disebut dengan nama Pembantaian Khatyn.

1972
Para pejabat negara dari Inggris dan Irlandia melakukan pertemuan untuk menghentikan perang di Irlandia Utara antara dua negara tersebut.

2004
Pasukan Israel melancarkan serangan udara terhadap kelompok Hammas di Jalur Gaza. Dalam serangan itu, Pemimpin Gerakan Hamas Ahmed Yassin dan dua pengawalnya tewas. Ahmed Yassin tewas setelah terkena rudal milik Angkatan Udara Israel.

2008
Ajudan dari Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Rusia siap berperang untuk menjadikan Kosovo yang merdeka kembali menjadi milik Serbia. Pernyataan tersebut disambut gembira para pejabat Serbia.