Program Baru, 9.000 Mahasiswa Boleh Magang di BUMN dengan Imbalan Uang Saku dan Sertifikat

Ilustrasi magang. (Dok)
22 Maret 2019 16:41 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan 9.000 mahasiswa mengikuti magang di 113 badan usaha milik negara (BUMN) pada tahun ini. Mereka akan mendapat sertifikat dan uang saku.

Program tersebut adalah kerja sama antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan Kementerian BUMN. Nota kesepahaman Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) ditandatangani Menristekdikti Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019), seperti dirilis di laman ristekdikti.go.id.

Nasir mengatakan program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar sesuai kebutuhan dunia kerja. Peserta program magang akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja. Program ini diharapkan juga bisa meningkatkan link and match antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan perusahaan/industri sebagai pengguna lulusan.

“Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan dan industri. Jangan sampai perguruan tinggi mengajarkan kurikulum yang tidak mutakhir. Link and match antara perguruan tinggi dengan industri dapat dilakukan dengan transfer knowledge, transfer teknologi, dan program magang mahasiswa,” tutur Nasir.

Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki ijazah, namun juga sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja. “Mudah-mudahan kerja sama BUMN dengan Kemenristekdikti dapat meningkatkan SDM Indonesia lebih baik ke depannya,” kata Nasir.

Rini Soemarno mengatakan PMMB didesain untuk membantu menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja dan mampu bersaing. Program PMMB akan dilaksanakan minimal selama enam bulan dan diakui sebagai bagian dari SKS mahasiswa di kampus masing. Rini menargetkan 9.000 mahasiswa ikut dalam PMMB 2019 yang tersebar di 113 BUMN.

“Pada 2019 ditargetkan sebanyak 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi yang akan dilaksanakan dalam 2 batch. Batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN,” ungkap dia.

Rini menambahkan mahasiswa peserta PMMB selain akan mendapatkan sertifikat kompetensi juga akan mendapatkan uang saku. Peserta PMMB mendapatkan kesempatan pertama dalam program perekrutan karyawan di BUMN.

“Peserta magang mendapatkan sertifikat kompetensi atau sertifikat industri, uang saku, serta berkesempatan pertama jika ada program perekrutan di BUMN,” jelas Rini.

Turut hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman ini Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti; Rektor Universitas Universitas Siliwangi Rudi Priyadi; Dirut Pertamina Widyawati; Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo; Dirut Telkom Herdy; Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani; dan ribuan mahasiswa serta civitas academica Universitas Siliwangi.