Jokowi: Tunjukkan, Presiden Mana yang Ngecek Jalan Sampai 8 Kali!

Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan orasi dalam acara deklarasi 10.000 pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo), Kamis (21/3 - 2019). (Bisnis/Aziz Rahardyan)
22 Maret 2019 06:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalamannya terkait pembangunan tol Trans Sumatra. Hal itu dia katakan saat menghadiri deklarasi 10.000 pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo).

Dalam orasinya di acara yang terselenggara di Istora Senayan, Kamis (21/3/2019) tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa kisah unik tersebut terjadi ketika peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan tol tersebut.

"Saya beri tahu, yang tol Trans Sumatra, saya diberi tahu sama rakyat. Saya waktu itu groundbreaking di Lampung, dekat Bakauheni. Saya dibisiki oleh rakyat, 'Pak, jalan tol ini sudah di-groundbreaking 4 kali,' Loh, saya kaget. Saya betul-betul kaget," ungkapnya secara ekspresif.

Jokowi menyiratkan bahwa bisikan warga tersebut bermakna bahwa sebenarnya pemerintah sebelumnya juga telah merencanakan dan memulai tol Trans Sumatra dengan acara groundbreaking. Tetapi, berikutnya pembangunannya selalu tertunda dan jalan di tempat.

"Coba. Apakah ini [pembangunan yang jalan di tempat] mau diteruskan, saya sampaikan tidak!" tegas Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.

"Akan saya cek, akan saya kontrol, akan saya monitor terus. Pasti akan saya datangi terus untuk pastikan bahwa proyek besar yang penting, terus berjalan," tambahnya.

Jokowi yang di atas podium tampak mengenakan topi proyek simbol dukungan para pengusaha untuk Pilpres 2019 ini, menambahkan bahwa caranya menjamin keberlangsungan proyek Trans Sumatra yaitu dengan turun ke lapangan.

Pria kelahiran Solo 21 Juni 1961, ini mengaku cara tersebut efektif untuk menjawab orang-orang yang ragu dan mempertanyakan implementasi pembangunan jalan tol tersebut. Tol itu rencananya akan menghubungkan kota-kota dari Lampung hingga Aceh ini.

"Saya datang ke tol Trans Sumatra sudah 8 kali datang. Tunjukkan kepada saya presiden mana yang ngecek jalan sampai 8 kali!" tegas Jokowi dengan gestur menunjuk.

"Kalau presidennya datang 8 kali menterinya pasti datang 16 kali untuk memastikan target, untuk memastikan kualitas, untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan," ungkapnya.

Untuk itulah, Jokowi berharap rencananya menghubungkan Lampung sampai Aceh dengan Trans Sumatra, bisa rampung pada 2024 dengan panjang jalan yang tersambung sepanjang kurang lebih 2.400 km.

Sumber : Bisnis/JIBI