JuK Bandingkan Gaya Kepemimpinan Jokowi dan SBY

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, di sela-sela menjenguk Ibu Ani Yudhoyono, di National University Hospital, Singapura, Kamis (21/2/2019). - Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
22 Maret 2019 05:10 WIB Anggara Pernando Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan sosok yang unik. Pria dari Makassar ini menjadi wakil presiden yang mendampingi dua presiden berbeda dalam dua kali pemilihan langsung. Yakni pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2009 dan era Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 - 2019. Lalu apa perbedaan signifikan dari dua pemerintahan ini?

Dalam diskusi bersama milenial dengan tema Pak Jokowi di Mata Jusuf Kalla yang diselenggarakan di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019), mantan ketua umum Partai Golkar ini menyebutkan karakter SBY dan Jokowi sangat berbeda.

"Masing-masing orang punya karakter yang berbeda. Mereka punya cara memandang dan memimpin. Pak SBY ingin perfect,  Pak Jokowi ingin tahu detailnya," katanya.

Menurut JK, dengan perbedaan karakter ini membuat pendekatan penyelesaian masalah dari kedua presiden juga berbeda. Jusuf Kalla menyebutkan karena keinginan akan detail, Jokowi selalu melakukan peninjauan langsung proyek-proyek strategis dalam lingkungan pemerintah.

"Saya sendiri tidak bisa ikuti gaya itu.  Sekarang saking sibuknya dia berkantor dua kali seminggu. Ini perbedaannya," kata JK.

Meski begitu, JK menyebutkan Jokowi merupakan sosok yang demokratis. Seluruh keputusan yang dibuat oleh pemerintah dikeluarkan setelah melalui rapat yang komprehensif.

"Semuanya dirapatkan. Pada 2017 ada 240 rapat. Padahal hari kerja 260. Maka dia demokratis, tidak otoriter," katanya.