Polri: Perempuan Terduga Teroris Asal Klaten Bunuh Diri, Minum Pembersih Lantai

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menunjukkan lokasi dari kasus meledaknya bom di Sibolga, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3 - 2019). (Antara/Aprillio Akbar)
21 Maret 2019 17:40 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Terduga teroris berinisial Y atau Ysr alias Khodijah, 35, asal Klaten, Jawa Tengah, yang baru ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri pada Kamis (14/3/2019) pekan lalu, dinyatakan tewas pada Senin (18/3/2019).

Menurut keterangan resmi Mabes Polri, Khodijah tewas diduga karena bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai di selnya. "Saudara Y alias Khodijah sempat dirawat di RS Bhayangkara selama beberapa jam, dokter sudah berupaya, namun Allah berkehendak lain," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (21/3/2019), dilansir Suara.com.

Dedi Prasetyo menuturkan, Y diperiksa di Rutan Polda Metro Jaya pada Minggu (17/3/2019) dan ditemukan dalam keadaan sakit di ruang istirahat pemeriksaaan pada Senin pagi. Melihat kondisi itu, petugas jaga mengambil langkah atau upaya pertolongan pertama, tetapi kondisi terduga teroris memburuk sehingga dirujuk ke RS Polri Sukanto. Namun, Y tidak tertolong dan tewas pada Senin siang.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam di RS Polri Sukanto, organ-organ dalam Y diketahui mengalami keadaan korosif akibat terkena asam klorida atau HCL kadar 8,5 persen.

Dedi Prasetyo menyebut keinginan Y menjadi mujahid sangat besar. Apalagi terduga teroris perempuan memiliki militansi yang besar, seperti istri terduga teroris di Sibolga yang meledakkan diri.

Y merupakan satu jaringan dengan terduga teroris yang ditangkap di Lampung, Sibolga serta Tanjung Balai. Y bersama Abu Hamzah (Sibolga) dan Putra Syuhada (Lampung) berencana membuat bom mobil dengan sasaran kantor kepolisian di Sibolga.

Versi Lain

Sebelumnya, muncul keterangan lain soal dugaan penyebab meninggalnya Y. Ketua RW 002, Dukuh Desanwetan, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Mujiono, 51, mengatakan ia dan ketua RT setempat, Jangkung Sudono, berangkat ke Jakarta pada Senin (18/3/2019) malam bersama sejumlah polisi.

"Selasa [19/3/2019] pagi makan di hotel di Jakarta dan bertemu suami Ysr dan tiga anaknya serta adik Ysr yang sejak Sabtu sudah berangkat ke Jakarta," urai Mujiono.

Polisi menjelaskan Ysr dibawa ke RS Polri di Jakarta pada Minggu (17/3/2019) malam karena sakit lambung akut. Namun, ia meninggal dunia pada Senin siang. "Suaminya membenarkan sakit itu sudah lama. Dulu pernah operasi," tutur Mujiono.

Y ditangkap Densus 88 saat bersama orang tuanya di dalam rumah, Kamis (14/3/2019). Dia pulang ke kampung halamannya seorang diri dan berencana mengajak keponakannya ke Jakarta pada Sabtu (16/3/2019).