Subkhan Petani Bawang Brebes Terjerat Penganiayaan, Sandi Sebut Pendukungnya Berguguran

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3 - 2019). (Antara)
20 Maret 2019 20:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Cawapres Sandiaga Uno mengaku sedih mendengar kabar bahwa Moh Subkhan ditahan karena kasus penganiayaan terhadap Sukro, 60, warga Kabupaten Tegal. Subkhan adalah petani asal Brebes yang sempat viral karena videonya menangis saat Sandi berkampanye di Brebes beberapa waktu lalu.

Dia berharap perjuangan relawan tidak surut. Namun, meski Subkhan terjerat kasus penganiayaan dan tidak terkait kasus pemilu, Sandi menyebut satu per satu pendukungnya "gugur".

"Itu yang membuat saya terenyuh saya. Sedih saya. Terlepas dari masalah hukumnya seperti apa, satu per satu gugur pendukung kita karena terjerat masalah hukum," kata Sandiaga di Klender, Durem Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019), dilansir Detik.com.

Subkhan sempat viral di medsos akibat curhatannya terhadap cawapres Sandiaga Uno pada 11 Februari 2019 lalu. Saat itu, Subkhan mengeluhkan harga bawang anjlok dan banyak petani yang terlilit utang. Video itu kemudian viral setelah diunggah di akun Twitter @sandiuno karena netizen mengetahui Subkhan merupakan mantan komisoner KPU Brebes.

Subkhan ditahan pada Selasa (19/3/2019). Sandiaga berharap relawan dari kubu 02 yang ditahan itu tidak menyurutkan perjuangan menangkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Buat kami jangan sampai menyurutkan perjuangan dan semangat dari rekan-rekan di bawah untuk memperjuangkan kebaikan perubahan di negeri ini," katanya.

Kasus penganiayaan Subkan dipicu peredaran video pengakuan Sukro yang mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami sakit jiwa dan pernah dirawat di RSJ Magelang. Akibat video itu, Subkhan mendatangi Sukro yang melakukan pemukulan.

Sumber : Detik.com