Hadapi Stres Pada Remaja, Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Guru BK

Ilustrasi guru. (dok)
20 Maret 2019 03:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah mulai tahun ini berupaya meningkatkan kemampuan guru bimbingan konseling (BK) melalui pelatihan pemberian konseling. Harapannya mereka bisa membimbing para remaja yang mengalami stres.

Indonesia akan memiliki bonus demografi pada 2025-2035 dengan syarat memiliki sumber daya manusia sehat dan produktif. Saat ini Indonesia dihadapkan pada salah satu permasalahan kesehatan yang kerap kali dialami remaja, yakni kesehatan mental.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Eni Gustina, MPH mengatakan remaja harus diberi ruang berbicara lebih luas. Dalam keluarga, misalnya, orang tua perlu banyak berkomunikasi dengan anak agar anak mau menceritakan persoalan mereka kepada orang tua.

“Masalah kesehatan mental itu butuh intervensi dengan lets talk, silakan bicara. Dia [anak] punya masalah, tapi tidak tahu mesti cerita ke mana, ke siapa. Jadi kita berikan konseling, mengajak orang-orang kalau dia ada masalah, dia bisa bicara ke temannya,” katanya seusai temu media Youth Town Hall di Gedung Kemenkes, Senin (18/3/2019) seperti dilansir RRI.

Stres menjadi salah satu masalah kesehatan mental. Eni menyebutkan banyak contoh masalah yang mengakibatkan remaja stres, seperti seks bebas, masalah keluarga, dan masalah ekonomi. Kurang komunikasi dengan orang tua karena orang tua terlalu sibuk bekerja menjadi salah satu faktor.

Contoh lain terkait pornografi, menurut Eni, bisa diakses remaja karena mereka terbiasa sendirian di kamar. “Artinya orang tua mesti dong awasin anaknya di kamar ngapain aja. Kerjanya buka ponsel, nonton, ya akhirnya jadi adiksi pornografi. Jika sudah teradiksi kemungkinan besar mencari lawan jenisnya bahkan sampai terjadi kekerasan seksual.”

Kemenkes bekerja sama dengan Kemendikbud memberikan konseling kepada para murid di sekolah. Tahun ini guru-guru BK dilatih dalam hal peningkatan kemampuan konseling terhadap siswa mereka.

Pekerjaan rumah lain adalah remaja Indonesia harus memiliki keterampilan hidup sehat atau yang disebut dengan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS). PKHS merupakan keterampilan dalam mengenali karakter diri sendiri, mampu berempati, mampu menentukan pilihan terbaik, menyelesaikan masalah secara konstruktif, berpikir kritis dan kreatif, dan banyak lagi lain.

Kolom 9 hours ago

Spekulasi