Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun Diusulkan Raih Nobel Perdamaian 2019

Greta Thunberg, remaja aktivis lingkungan yang dinominasikan meraih Nobel Perdamaian 2019. (Reuters/Morris Mac Matzen)
19 Maret 2019 21:20 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, STOCKHOLM – Gadis 16 tahun asal Swedia, Greta Thunberg, dinominasikan sebagai peraih Nobel perdamaian 2019. Dia merupakan pendiri Youth Strike for Climate yang sangat peduli terhadap isu lingkungan.

Dia dinominasikan sebagai peraih Nobel Perdamaian sebelum melakukan kampanye mogok sekolah terhadap lambannya penanganan perubahan iklim, Jumat (15/3/2019).

Mengutip BBC, Selasa (19/3/2019), Greta Thunberg adalah seorang siswa yang menginspirasi kampanye internasional terkait perubahan iklim. Dia dinominasikan sebagai peraih Nobel Perdamaian 2019 oleh tiga anggota parlemen Norwegia.

"Kami mengusulkan Greta Thunberg yang telah menginspirasi kampanye penanganan perubahan iklim. Jika tidak ada Greta, mungkin kita tidak pernah melakukan apa pun untuk menghentikan dampak buruk perubahan iklim. Hal ini jelas memicu perang dan berbagai konflik. Itulah sebabnya menurut kami, Greta telah memprakarsai gerakan yang berkontribusi besar bagi perdamaian," kata anggota parlemen sosialis Norwegia, Freddy Andre Ovstegard, seperti dilansir The Guardian.

Greta Thunberg memulai aksi protesnya seorang diri di Swedia sejak Agustus 2018. Aksi beraninya menginspirasi sejumlah pelajar di negara lain untuk melakukan kampanye serupa. Hingga akhirnya kampanye massal terjadi pada Jumat pekan lalu di 1.659 kota di 105 negara yang melibatkan ratusan ribu pemuda.

"Saya rasa gerakan ini sangat penting. Hal ini bukan hanya membuat orang sadar, tetapi sekaligus menunjukkan kepada para penguasa pentingnya menangani perubahan iklim," terang Greta Thunberg seperti dilansir Reuters.

Greta Thunberg cukup aktif di media sosial. Akun Twitter-nya memiliki sekitar 250.000 pengikut. Dia mengampanyekan kepedulian lingkungan dengan tagar #FridaysForFuture dan #SchoolStrike4Climate.

"Rasanya sangat menyenangkan melihat upaya yang kita lakukan direspons baik oleh banyak pihak," sambung Greta Thunberg.

Enam bulan lalu, Greta Thunberg berkemah di luar gedung parlemen Swedia. Dia membawa papan bertuliskan, "mogok sekolah demi iklim." Sejak saat itulah sosoknya mendunia. Di usia yang masih belia, dia berani menyuarakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan perubahan iklim. Dia merupakan pengidap sindrom asperger, salah satu gejala autisme yang penderitanya kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan. 

Greta Thunberg terus mendapat perhatian setelah menjadi pembicara di konferensi iklim PBB di Polandia, Desember 2018. Serta Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Januari 2019. Kepedulian Greta terhadap lingkungan ikut memengaruhi kedua orang tuanya, aktor Svante Thunberg dan penyanyi Malena Ernman. Kini, kedua orang tuanya menjalani pola hidup sehat dan lebih ramah lingkungan.

Gadis muda itu mengutarakan keinginannya melihat Swedia mematuhi Perjanjian Paris yang merupakan bagian dari kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim.

"Saya akan terus melakukan kampanye mogok sekolah setiap Jumat hingga Swedia sejalan dengan Perjanjian Paris. Itu mungkin perlu beberapa tahun dan aku hanya harus berusaha untuk bersabar,” tegas Greta Thunberg.

Ada 301 kandidat peraih Nobel Perdamaian 2019. Sekitar 223 di antaranya adalah perorangan, dan 78 lainnya organisasi. Pemenang Nobel Perdamaian diumumkan Oktober 2019 dan hadiahnya diberikan Desember 2019. Jika menang, Greta Thunberg bakal menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda menggeser posisi Malala Yousafzai yang meraihnya pada usia 17 tahun.