Dapur Umum Indonesia Hadir untuk Masyarakat Yerusalem

ACT membuka Dapur Umum Indonesia dan membagikan 1.000 makanan gratis kepada masyarakat di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa, Sabtu (16/3 - 2019). (Istimewa/ACT Indonesia)
19 Maret 2019 10:40 WIB Septina Arifiani Internasional Share :

Solopos.com, YERUSALEM – Sejumlah pemuda sibuk menyiapkan ribuan porsi nasi briyani pada Sabtu (16/3/2019) pagi. Mereka adalah relawan Aksi Cepat Tanggap di Yerusalem. ACT membuka Dapur Umum Indonesia dan membagikan 1.000 makanan gratis kepada masyarakat di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menjelang siang, Nasi briyani dengan lauk ayam bakar itu sudah siap untuk dibagikan. Para relawan pun dengan segera membawanya ke salah satu sudut jalan di Kompleks Al-Aqsa. Makan siang itu dibagikan kepada warga Palestina yang melintas. Penerima manfaat nasi briyani siang itu pun mencakup berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga masyarakat difabel.

Kehadiran Dapur Umum Indonesia di Al-Aqsa merupakan representasi dukungan bagi warga Yerusalem dan para murabithen yang telah menjaga Masjid Al-Aqsa selama ini. Sudah dua pekan ketegangan menguat di Masjid Al-Aqsa. Tutup-buka gerbang Komples Al Aqsa kembali terjadi, menjadi bukti kesewenang-wenangan otoritas Israel.

Kehadiran bantuan dari masyarakat Indonesia pun mendapat sambutan hangat warga Palestina. Salah satu Imam Masjid Al Aqsa Syekh Raid Deana menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia yang semakin menguatkan penduduk Palestina di Al-Aqsa.

“Saudara-saudara saya di ACT, saudara-saudara saya bangsa Indonesia yang mulia, ikatan kalian dengan kami telah menambah kekuatan penduduk Palestina di Masjid AlAqsa yang diberkahi,” kata Syekh Raid.

 ACT membuka Dapur Umum Indonesia dan membagikan 1.000 makanan gratis kepada masyarakat di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa, Sabtu (16/3/2019). (Istimewa-ACT Indonesia)

Ia juga menceritakan keadaan Masjid Al-Aqsa beberapa hari terakhir. Menurut Syekh Raid, otoritas Israel berupaya mengubah kondisi umat Muslim di Al-Aqsa yang sudah ada sejak bertahun-tahun lamanya. Salah satu cara yang dilakukan otoritas Israel adalah dengan menutup Al-Aqsa. Kala hari penutupan itu, Selasa (12/3/2019), Syekh Raid mengatakan tidak ada azan dari Masjid Al-Aqsa. Salat Magrib dan Isya pun tidak dapat dilaksanakan.

“Kami ucapkan kepada bangsa Indonesia yang telah menambah kekuatan kami bahwa Masjid Al-Aqsa sedang dalam bahaya dan membutuhkan dukungan dari seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Penduduk Palestina di Kota Al-Quds mengharapkan kalian tetap membentengi dan melindungi Masjid Al-Aqsa, yang mana merupakan milik dari 1.800.000.000 umat Muslim di dunia,” harap Syekh Raid.

Hingga kini, bantuan untuk masyarakat Palestina terus disalurkan. Selain Dapur Umum Indonesia, kebutuhan pokok lainnya juga senantiasa didistribusikan melalui program Water Tank, Humanity Card, dan Indonesia Humanitarian Center Gaza.

Dalam waktu dekat, ACT juga akan kembali melayarkan bantuan melalui Kapal Kemanusiaan Palestina (KKP). Bantuan itu membawa seribu ton bahan pangan. KKP diikhtiarkan berlayar sebelum bulan Ramadan.

Sedangkan Septi Endrasmoro selaku kepala cabang ACT Solo mengungkapkan ACT Solo saat ini melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai program Kapal Kemanusiaan Palestina, seperti yang sudah terlaksana yaitu mendatangkan syeikh dari Palestina untuk mengisi Ta'lim di area Solo Raya. Tujuan tersebut untuk menggugah masyarakat agar ikut berkontribusi dalam program Kapal Kemanusiaan Palestina.