Erwin Aksa ke Prabowo-Sandi, Representasi Sikap Politik JK?

Erwin Aksa memberikan sambutan saat diskusi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tentang Serbuan Tenaga Kerja Asing Sektor Konstruksi dan Infrastruktur di Jakarta, Rabu (2/4 - 2018). (Bisnis/Dwi Prasetya)
19 Maret 2019 20:01 WIB Andini Ristyaningrum Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR -- Dukungan Erwin Aksa dinilai akan berdampak pada elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno, utamanya dari kalangan pengusaha muda. Apakah dukungan Erwin Aksa merupakan representasi sikap politik pamannya, Jusuf Kalla (JK)?

Meski berafiliasi di Partai Golkar, status dan pengaruh Erwin Aksa tidak bisa dilepaskan dari dinamika Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM), Luhur Priyanto, mengatakan HIPMI merupakan basis elektoral strategis di setiap momen politik.

"Lembaga ini juga terbiasa dalam soal-soal dinamika pemilihan, termasuk mengorganisir yang berbiaya besar. Kader HIPMI bahkan sudah teruji secara internal," ungkap Luhur kepada Bisnis/JIBI, Selasa (19/3/2019).

Dia menerangkan dalam momentum kontestasi Pilpres 2019 ini, HIPMI mengalami fragmentasi dukungan. Terutama karena tokoh-tokohnya berada dalam formasi dukungan politik yang berbeda. Setidaknya lanjut Luhur, HIPMI terpolarisasi dalam dua kutub besar, yaitu Erick Thohir, Bahlil, serta Eka Sastra.

Nama-nama itu di jajaran HIPMI masuk dalam jejaring di pihak 01, sementara Erwin Aksa dan jejaringnya mendukung Sandiaga Uno yang nota bene merupakan sahabat karib Erwin. Masing-masing dari mereka merupakan tokoh nasional di HIPMI dan mempunyai jejaring dan pengaruh di internal HIPMI hingga ke daerah.

"Organisasi HIPMI juga sudah terbiasa dengan perbedaan afiliasi dan sikap politik. Orang-orang di dalamnya banyak yang berlatar politisi. Pasti ada juga berpolitik praktis. Tetapi sebaiknya secara institusi HIPMI tidak mengambil sikap dukungan pada salah satu kandidat," jelas Luhur.

Ddukungan kader dan anggota HIPMI adalah pilihan personal. Jika sikap itu yang diambil, maka tidak ada istilah perpecahan secara institusi. Semua kembali pada preferensi politik berbasis bisnis atau kepentingan pribadi lainnya.

Diferensiasi yang dimiliki Erwin Aksa selain sebagai tokoh HIPMI juga sebagai kerabat dekat JK. Dalam beberapa momen politik sebelumnya, Erwin Aksa merupakan operator politik untuk kontestan yang di dukung JK. Pengalaman Pilkada DKI sebelumnya kata Luhur, Erwin Aksa adalah representasi dukungan politik JK.

"Sehingga posisinya sangat strategis di tim elektoral. Khusus untuk Sulawesi Selatan, operasi elektoral oleh Erwin Aksa akan memudahkan bersinergi dengan jejaring pengusaha dan mitra bisnisnya," terangnya.

Luhur menyimpulkan kehadiran Erwin Aksa di tim Prabowo-Sandi dinilai mampu mensinergikan tim koalisi partai dengan relawan-relawan profesional dan komunitas yang sudah bekerja sejauh ini.

Sumber : Bisnis/JIBI