Keponakan JK Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandi, Ada Apa?

Erwin Aksa memberikan sambutan saat diskusi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tentang Serbuan Tenaga Kerja Asing Sektor Konstruksi dan Infrastruktur di Jakarta, Rabu (2/4 - 2018). (Bisnis/Dwi Prasetya)
19 Maret 2019 16:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Setelah menjadi pergunjingan di media sosial akibat kehadirannya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam debat cawapres Minggu (17/3/2019) lalu, politikus Golkar Erwin Aksa memberikan akhirnya jawaban.

Pengusaha muda yang tidak lain adalah keponakan kandung Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) itu menjelaskan kehadirannya dalam acara debat menegaskan bahwa dirinya mendukung pasangan capres dan cawapres nomor 02 pada Pilpres 2019. Padahal, Jusuf Kalla yang pernah jadi Ketua Umum DPP Partai Golkar masih mendampingi Presiden Jokowi.

“Pilihan saya ini saya sadari tidak sejalan dengan pilihan Partai Golkar di mana saya bernaung saat ini,” ujarnya dalam satu keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Erwin menuturkan, bawah pilihannya adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye. Dalam sosialisasi capres-cawapres selama ini, katanya, dirinya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar. Erwin menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memilih capres/cawapres sesuai dengan pilihan hati nuraninya dan dijamin undang-undang.

“Pilihan saya ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye dan sosialisasi capres-cawapres selama ini saya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar,” ujarnya kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa dinamika politik dan perbedaan pilihan ini merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. Perbedaan itu, ujarnya, harus disikapi secara bijak dan tidak perlu dipandang negatif.

Erwin juga mengakui bahwa dirinya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati. Keduanya sama-sama tercatat sebagai mantan Ketua Umum HIPMI dan sama-sama aktif di KADIN.

“Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki,” ujarnya. “Saya sadar dan memahami konsekuensi dari partai, saat ini saya tidak sejalan dengan partai. Namun langkah saya ini bukan berarti tidak taat asas, tapi demi persahabatan saya dengan Sandiaga Uno,” ujarnya.

Sumber : Bisnis/JIBI