Abdul Aziz, Pahlawan di Tengah Tragedi Christchurch

Abdul Aziz, pahlawan di tengah tragedi Christchurch. (Reuters/Edgar Su)
18 Maret 2019 18:40 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, CHRISTCHURCH – Tragedi penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019), menggegerkan dunia. Aksi brutal tersebut terjadi di dua tempat, yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Islamic Center. Yang lebih mengerikan, aksi mengerikan tersebut dilakukan saat masjid dipenuhi jemaah salat Jumat.

Tragedi tersebut merenggut 49 nyawa. Sebanyak 41 orang meninggal di Masjid Al Noor dan 7 di Masjid Linwood. Sementara satu lainnya meninggal di rumah sakit di Christchurch. Tragedi mencekam itu melambungkan nama Abdul Aziz. Dia disebut sebagai pahlawan karena melakukan aksi heroik di tengah kengerian tersebut.

Dilansir Reuters, Minggu (17/3/2019), Abdul Aziz, 48, merupakan salah satu jemaah salat Jumat. Dengan gagah berani, dia berani menantang pelaku seorang diri dengan gagah berani. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, pria kelahiran Afghanistan itu berhasil menghalangi teror membabi buta yang dilakukan pelaku.

Abdul Aziz berangkat ke Masjid Linwood bersama empat anaknya. Tiba-tiba, dia mendengar suara tembakan dari luar masjid yang ternyata berasal dari senapan Brenton Tarrant. Bukannya menyelamatkan diri, Abdul Aziz justru berlari mencari pelaku. Dia berinisiatif mengalihkan perhatian pelaku dengan menjadikan dirinya umpan. Hal itu dilakukan agar jemaah punya waktu menyelamatkan diri.

"Pelaku memakai pakaian tentara. Saya tidak tahu dia orang baik atau jahat. Tapi, saat dia memaki, barulah saya tahu dia bukan orang baik," kata Abdul Aziz.

Menyadari masjid diserang, Abdul Aziz berlari mengadang membawa mesin kartu kredit sebagai senjata darurat. Dia bersembunyi di antara mobil menghindari peluru. Dia kemudian mengambil pistol dan menarik pelatuknya untuk menakuti pelaku teror.

"Saya berteriak kepada pria itu, datang kepadaku. Saya ingin dia hanya fokus pada saya saja," sambung Abdul Aziz.

Sejurus kemudian, pelaku teror kembali ke mobil untuk mengambil senjata lain. Aksi kejar-kejaran antara Abdul Aziz dan pelaku teror berlanjut sampai di dalam masjid. Abdul Aziz terus menjadikan dirinya sebagai umpan. Dia kemudian melemparkan senapan jenis shotgun dan berhasil memecahkan kaca mobil pelaku.

Tak disangka, aksi gagah berani Abdul Aziz berhasil membuat Brenton Tarrant ketakutan. Dia berhasil melarikan diri karena Abdul Aziz tidak berhasil mengejarnya. "Dia masuk ke mobilnya setelah saya melemparkan pistol yang berhasil menghancurkan kacanya. Kaca depan pecah, itulah sebabnya dia kabur," terang Abdul Aziz.