Salam Damai Terakhir Korban Teror Christchurch: Hai Saudara

Daud Nabi (Istimewa)
18 Maret 2019 13:00 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, SOLO - Serangan teroris menghancurkan hati pada Jumat (15/3/2019) di Christchurch, Selandia Baru. Rakyat Afghanistan --negara yang diporak-porandakan oleh invasi asing-- berduka atas meninggalnya Daud Nabi, wajah Islam yang sederhana di negeri itu.

Daud Nabi meninggal dunia dalam aksi darah dingin bersama dengan 49 lagi orang yang akan melangsungkan Salat Jumat di dua masjid di Christchurh.

Mantan pengungsi Afghanistan yang berusia 71 tahun itu termasuk di antara anggota pendiri Masjid An-Nur, satu dari dua masjid yang diserang oleh seorang teroris.

Daud berdiri di pintu masuk masjid untuk menyambut orang yang akan menunaikan Salat Jumat, saat teroris tersebut datang.

Dalam rekaman video yang disiarkan langsung mengenai pembantaian tersebut di Facebook. Daud Nabi terlihat dengan hangat menyambut Brenton Tarrant, teroris yang berusia 28 tahun, dan mengatakan, "Wahai Saudara." Ia mungkinkan mengharapkan sapaan serupa dari Tarrant tapi malah menerima beberapa peluru.

Sapaan sederhana Daud Nabi saat menghadapi kematian telah menyentuh hati ribuan orang di seluruh dunia, kata Kantor Berita Turki, Anadolu seperti dikutip Antara, Minggu (17/3/2019) malam.

Kata-kata terakhirnya "Wahai Saudara" telah menjadi "trending" dalam cuitan dalam Bahasa Arab, Inggir, Pashtun, Persia, Turki dan bahasa lain.

"Tarrant ingin menghentikan #Islam, tapi ia menciptakan makin banyak pahlawan Islam, ia memperlihatkan kepada kita wajah jelek #Islamophobia dan penyakit di dalam #ChristchurchTerrorAttack #HelloBrother -nya sendiri," demikian isi satu dari banyak cuitan.

"Kata-kata terakhir mengenai jiwa yang murni diisi oleh keyakinan damai. #HelloBrother," tulis warganet lain.

Daud Nabi, yang menyelamatkan diri dari kekuasaan Uni Soviet, mengungsi ke Selandia Baru sekitar empat dasarwarsa lalu. Ia adalah kepala masyarakat kecil Afghanistan di sana.

Kolom 15 hours ago

Spekulasi