Sejarah Hari Ini: 17 Maret 1757, Perjanjian Salatiga Ditandatangani

Kantor Wali Kota Salatiga bekas gedung VOC semasa ditandatanganinya Perjanjian Salatiga. (Kotasalatiga.com)
17 Maret 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Raden Mas Said, Sunan Paku Buwono III, VOC, dan Sultan Hamengku Buwono I menandatangani Perjanjian Salatiga di gedung VOC di Salatiga, tepat pada 17 Maret 1757. Perjanjian tersebut berkaitan dengan penguasaan beberapa wilayah untuk Raden Mas Said.

Penandatanganan Perjanjian Salatiga itu merupakan salah satu peristiwa pada 17 Maret yang layak dikenang. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 17 Maret:

1757
Perjanjian Salatiga ditandatangani Raden Mas Said, Sunan Paku Buwono III, VOC, dan Sultan Hamengku Buwono I di gedung VOC di Salatiga. Melalui perjanjian itu, Hamengku Buwono I dan Paku Buwono III melepaskan beberapa wilayahnya untuk Raden Mas Said atau yang juga dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa.

1939
Salah satu pertempuran antara Tiongkok dan Jepang di masa Perang Tiongkok-Jepang II meletus di Nanchang, Tiongkok. Pertempuran tersebut berlangsung selama hampir sebulan dan berakhir dengan kemenangan Jepang.

1942
Orang-orang Yahudi dari Lvov Ghetto, dekat Polandia, dieksekusi mati oleh tentara Nazi Jerman dengan diberi gas beracun di Belzec, sebelah timur Polandia. Rangkaian pembunuhan kepada orang Yahudi yang dilakukan Nazi Jerman itu disebut dengan Holocaust.

Pesawat B-45 Tornado. (Wikimedia.org)
1947
Pesawat pengebom milik Amerika Serikat (AS), B-45 Tornado, untuk kali pertama mengudara. B-45 Tornado adalah pesawat pertama di dunia yang bahan bakarnya bisa diisi di udara.

1948
Inggris, Belgia, Prancis, Belanda, dan Luxembourg menandatangani Perjanjian Eropa Barat. Perjanjian tersebut mengharuskan kelima negara itu untuk saling memberikan bantuan militer selama 50 tahun.

1965
Pasukan Amerika Serikat (AS) melakukan penyerangan ke Laos. Dalam serangan tersebut, pasukan AS menjatuhkan setidaknya 50 ton bom dari udara.

1966
Pesawat pengebom milik Amerika Serikat (AS), Boeing B-52 Stratofortress, berbenturan dengan pesawat pengisi bahan bahan bakar, Boeing KC-135 Stratotanker, di atas Laut Mediterania. Akibat benturan tersebut, bom hidrogen yang diangkut Boeing B-52 Stratofortress terjatuh di Laut Mediterania di dekat Spanyol. Beruntung bom tersebut tak meledak.

1968
Sebanyak 10.000 warga Inggris turun ke jalan berunjuk rasa meminta Amerika Serikat (AS) menghentikan Perang Vietnam. Unjuk rasa yang digelar di depan Kedutaan Besar AS di Inggris itu berakhir ricuh sehingga mengakibatkan 130 orang luka-luka.

1978
Tentara Israel menyerang bagian selatan Lebanon. Serangan Israel itu ditujukan kepada para pengungsi Palestina yang akan menuju Kota Beirut, Lebanon.

George W. Bush. (Reuters)
2003
Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush memberikan peringatan terakhir kepada Saddam Hussein untuk segera meninggalkan Irak. Dua hari setelah itu, pasukan AS menginvasi Irak dengan alasan mencari Saddam Hussein.