Maruf Amin Sebut BPJS Kesehatan Asuransi Kesehatan Terbesar, Cek Faktanya

Cawapres nomor urut 01 KH Maruf Amin (kiri) tiba untuk mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3 - 2019). (Antara/Dhemas Reviyanto)
17 Maret 2019 23:11 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin menyatakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah asuransi kesehatan terbesar di dunia. Program jaminan kesehatan yang diselenggarakan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu memang menjadi salah satu isu penting seputar Pilpres 2019 karena defisit yang selalu terjadi.

Lalu, benarkah klaim bahwa JKN BPJS Kesehatan adalah asuransi kesehatan terbesar di dunia? Berikut faktanya:

1. Berdasarkan jumlah peserta, JKN BPJS Kesehatan hingga Oktober 2018 mencapai 203,28 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri atas 92,24 juta jiwa (45%) penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bebas dari kewajiban membayar iuran.

Jumlah peserta JKN BPJS Kesehatan ini lebih tinggi daripada jumlah pelanggan United Health Group--salah satu perusahaan asuransi kesehatan dengan jumlah pelanggan terbesar di Amerika Serikat--sebanyak 70 juta orang pada 2016. 

2. Berdasarkan pendapatan, BPJS Kesehatan masih berkutat pada defisit sehingga masih terus mengandalkan subsidi pemerintah. Setiap tahun, pemerintah menganggarkan sekitar Rp26 triliun untuk BPJS Kesehatan, terdiri atas Rp16,07 triliun untuk masyarakat miskin dan selebihnya untuk aparatur sipil negara, serta anggota TNI dan Polri. 

Sementara itu, asuransi-asuransi komersial terbesar di dunia seperti United Health Group mampu meraup keuntungan US$184.8 miliar (2016). Hal ini tidak bisa dibandingkan mengingat BPJS Kesehatan bukan lembaga asuransi komersial.