Maruf Amin Puji JKN-KIS dan BPJS, Sandi Singgung Bu Lis Lagi

Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) disaksikan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kedua kanan), Minggu (17/3 - 2019). (Antara/Wahyu Putro A)
17 Maret 2019 21:53 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Setelah memulai sesi Debat Ketiga Pilpres 2019 dengan tema Pendidikan, dua Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno menjawab persoalan dengan tema kesehatan. Pada topik ini debat menyinggung persoalan optimalisasi pelayanan dan jaminan kesehatan.

Debat yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam pada sesi kedua ini dimulai oleh Ma'ruf Amin yang menyanjung program JKN-KIS dan BPJS di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla. Amin menyebut BPJS adalah asuransi kesehatan terbesar di dunia.

"Pemerintah [Jokowi-JK] telah melakukan pelayanan kesehatan dengan harga murah. Karena itu kita akan memaksimalkan manfaat, menyempurnakan dan menambah. Dalam artian meningkatkan pelayanan dengan memberikan pusat kesehatan dengan layanan yang lebih baik," ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Ma'ruf Amin, Sandiaga kembali menyinggung soal Bu Lis dari Sragen. "Indonesia harus menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima. JKN di bawah Prabowo Sandi akan diteruskan BPJS akan diperbaiki," ungkapnya.

Sandiaga juga menyinggung soal keterlambatan pembayaran ke layanan kesehatan. "Tenaga medis harus dibayar tepat waktu untuk mengupayakan kerja yang maksimal," katanya.

Sedangkan Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya juga mengupayakan usaha preventif seperti mendorong masyarakat untuk menkonsumsi makanan sehat dan mengungkap upaya menekan angka stunting lewat program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Menimpali pernyataan Ma'ruf, Sandi mengatakan akan menyiapkan program susu untuk anak TK dan SD. Selain itu juga memulai program olahraga minimal 20 menit setiap hari untuk masyarakat.