ASN di Malang Jatim Iuran Rp1.000/Hari untuk Guru PAUD

Ilustrasi guru PAUD. (Dok)
16 Maret 2019 04:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MALANG — Aparatur sipil negara (ASN) di Malang iuran Rp1.000 per hari untuk membantu kesejahteraan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal.

Kesejahteraan guru PAUD masih jauh dari harapan. Hal itu terjadi setelah Undang-undang (UU) No. 15/2005 membedakan status guru formal dan nonformal, khususnya guru PAUD. Dengan adanya regulasi itu penghasilan guru PAUD jauh dari harapan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya meningkatkan kesejahteraan guru PAUD nonformal. Namun, peningkatan kesejahteraan itu masih harus mendukung program judicial review tentang UU No. 15 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Guru PAUD merasa dirugikan dengan aturan tersebut.

"Saya mendukung dan berharap judicial review bisa menang Mahkamah Konstitusi," kata Wali Kota Malang Sutiaji seusai memberikan materi dalam Seminar Kesetaraan Guru PAUD Nonformal se-Jawa Timur di Gedung Graha Cakrawala, Kamis (14/3/2019) seperti dilansir RRI.

Sambil menunggu putusan MK, Pemkot Malang bakal mengambil langkah agar guru PAUD nonformal diupayakan mendapat kesejahteraan. Salah satunya dengan mengalokasikan dana 'jimpitan' Rp1.000 per hari dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Malang untuk kesejahteraan para guru PAUD nonformal.

“Dana sedekah bisa dialokasikan, salah satunya untuk kesejahteraan para guru PAUD," tutur dia. Pemkot Malang juga berupaya memperjuangkan kesetaraan antarguru swasta dan negeri dengan memberikan gaji layak.

Guru yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun sudah mendapatkan gaji Rp 3 juta. “GTT di kalangan Dinas Pendidikan sudah kami lakukan, kalau dulu gaji masih Rp300.000 sampai Rp500.000 kini sudah mencapai Rp 3 juta,” kata dia.

Pria asal Lamongan ini menekankan pendidikan tidak harus membedakan antara formal, nonformal, dan informal. Namun, beberapa regulasi masih membedakan hal itu.

"Perlu ada terobosan dalam menaikkan kesejahteraan para guru, termasuk guru PAUD nonformal. Karena pendidikan harus dirasakan semua anak bangsa tanpa membedakan mana yang formal dan nonformal," kata dia.