Gunung Agung Erupsi, Hujan Abu Selimuti 4 Desa di Karangasem Bali

Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis terlihat dari Desa Datah, Karangasem, Bali. (Antara/Nyoman Budhiana)
15 Maret 2019 21:00 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR -- Empat desa di Karangasem terpapar hujan abu pasca erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Jumat (15/3/2019) pukul 18.27 Wita. Gunung Agung mengami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis/JIBI, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mili meter dan durasi kurang lebih menit 23 detik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan desa yang terdampak hujan abu berada di Kecamatan Kubu. Desa tersebut yakni wilayah Tongtongan, Ban, Kubu, yang mengalami hujan abu pada pukul 19.10 Wita. 

Desa Sukadana, Karangsari, Kubu, mengalami hujan abu pada pukul 19.34 Wita. Di wilayah Tianyar Barat, Kubu, mengalami hujan abu pukul 19.47 Wita. Terakhir, hujan abu tipis di wilayah Tianyar Timur pada pukul 19.50 Wita.

Menurutnya, hujan abu ini tidak begitu mempengaruhi aktivitas warga sebab terjadi pada malam hari. Adapun daerah yang terpapar sebagian besar merupakan tempat masyarakat bertani, berladang, san daerah galian pasir. "Karena kejadian menjelang malam, aktivitas masyarakat otomatis berkurang," katanya kepada Bisnis/JIBI, Jumat (15/3/2109).

Saat ini Gunung Agung berada pada Level III atau siaga. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki diminta agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya.

Zona bahaya berada di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Sumber : Bisnis/JIBI