LTMPT Pastikan Lulusan Ponpes Bisa Ikut UTBK SBMPTN 2019

Ilustrasi ujian tulis berbasis kertas Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). (Antara/M. Agung Rajasa)
15 Maret 2019 16:07 WIB Tamara Geraldine Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Para santri lulusan pondok pesantren (ponpes) mengeluhkan kendala dalam proses pendaftaran Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2019. Namun, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) memastikan lulusan ponpes bisa mengikuti UTBK.

Persoalan itu berkaitan dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) lulusan muadah (SPM) dan pesantren diniah formal (PDF) yang belum terverifikasi. LTMPT terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencari solusi.

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto. Menurutnya, kesamaan pandangan dan solusi atas masalah tersebut juga sudah diperoleh. Harapannya proses pendaftaran santri untuk mengikuti UTBK tidak lagi terkendala.

“LTMPT telah berkoordinasi dengan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk memastikan santri lulusan SPM dan PDF dapat mengikuti UTBK,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Kamis (14/3/2019).

Kendala tersebut muncul karena persoalan teknis. Dalam pendaftaran UTBK, LTMPT menggunakan basis data pada PDSPK (Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan). NPSN lulusan SPM dan PDF sebenarnya sudah ada di database PDSPK dan seluruhnya aktif.

“Persoalan ini telah ditindaklanjuti dalam pertemuan antara EMIS [Education Management Information System] Pendis [Pendataan Pendidikan Islam] dan LTMPT pada 6 Maret lalu. Kedua belah pihak sepakat basis data yang akan digunakan untuk madrasah dan pesantren adalah data yang tersedia di EMIS Pendis,” ujar dia.

Budi mengimbau para santri dan siswa madrasah untuk segera melaporkan hal tersebut ke operator EMIS di pesantren dan madrasah tempat mereka belajar. “Jika ada kendala segera laporkan ke operator EMIS pesantren dan madrasah aliah,” ujar dia.