Pulang Kampung Jenguk Ibu, Perempuan Klaten Ditangkap Densus 88

Ilustrasi garis polisi (www.witf.org)
14 Maret 2019 23:08 WIB Taufik Sidik Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang perempuan di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Kamis (14/3/2019). Perempuan berinisial Ysr tersebut ditangkap saat berada di rumah orang tuanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Densus 88 menangkap perempuan berumur 30-an tahun tersebut sekitar pukul 16.30 WIB di rumah orang tuanya yang berinisial Sry. Saat itu, Ysr hanya berdua dengan ibunya. Tim Densus lantas menggeledah rumah tersebut.

Seorang warga Joton, Jangkung Sudono, mengatakan penggeledahan dilakukan setelah Ysr dibawa polisi. Jangkung ikut menyaksikan proses penggeledahan. “Ada benda-benda yang dibawa polisi. Ada semacam kotak sepertinya kotak obat atau apa kurang tahu dan bekas lakban,” kata Jangkung saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis.

Jangkung menjelaskan Ysr lahir di desa setempat. Namun, sejak lulus sekolah Ysr merantau ke Tangerang bekerja di salah satu pabrik sepatu. Ysr lantas pindah kependudukan setelah menikah dan menetap di Tangerang.

Namun sejak 10 hari yang lalu, Ysr pulang ke rumah orang tuanya lantaran mendapat kabar sang ibu sakit. Ysr pulang seorang diri tanpa suami dan anak-anaknya dan berencana kembali ke Tangerang pada Sabtu (16/3/2019).

Jangkung menjelaskan Ysr sering pulang ke kampung halamannya saat Lebaran tiba bersama suami serta anak-anaknya. “Orangnya biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh. Sering main ke tetangga kalau pulang,” ungkapnya.

Ditemui di rumahnya, Sry mengatakan Ysr pulang ke Joton seorang diri dan tak pamit dengan suaminya. Ia mengatakan anak keempatnya tersebut menikah dengan seorang laki-laki yang bekerja sebagai pedagang serta dikarunia dua orang anak. “Rencana Sabtu siang mau pulang dengan adiknya. Kalau anak saya itu orangnya biasa-biasa saja,” tutur Sry.

Kapolres Klaten, Aries Andhi, membenarkan Ysr ditangkap tim Densus 88 Antiteror. Wanita tersebut sempat dibawa ke Mapolres Klaten untuk pemeriksaan kesehatan. “Setelah dari polres langsung dibawa ke Jakarta,” jelas dia.