Survei Polmark: Elektabilitas Jokowi Cuma Ungguli Prabowo 14,6%

Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurinawan)
13 Maret 2019 22:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Jika sebagian lembaga survei menunjukkan hasil yang serupa yaitu pasangan Joko Widodo-Maruf Amin unggul lebih dari 20% di atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maka Polmark Indonesia menunjukkan kesimpulan berbeda.

Hasil survei yang dilakukan PolMark Indonesia pada 7 Oktober 2018 hingga 12 Februari 2019 menyebutkan elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf hanya unggul 14,6 persen dari Prabowo-Sandi. Bahkan dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Maruf hanya disebutkan jauh di bawah 50%.

"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, elektabilitas Jokowi-Amin 40,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 25,8 persen," kata Founder dan CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah di Semarang, Rabu (13/3/2019).

Eep mengklaim jarak elektabilitas antarkedua kandidat Pilpres 2019 tersebut termasuk kecil. Pasalnya masih ada 33,8 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihan politiknya.

"Dengan masih adanya siswa waktu 34 hari lagi sebelum pelaksanaan Pilpres 2019, jarak keduanya kecil karena masih ada 33,8 persen undicided voters," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Eep dalam Forum Pikiran, Akal, dan Nalar yang diselenggarakan Partai Amanat Nasional bersama PolMark Indonesia yang dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Rocky Gerung.

Selain itu, Eep memaparkan hasil survei PolMark Indonesia di mana ada kader-kader partai politik yang tidak solid dalam menjalankan instruksi terkait pilpres mendatang. Dia mencontohkan ada 5,9 persen kader PDIP yang mendukung Prabowo-Sandi dan 19,5 persen belum menentukan pilihan.

"Hal yang sama di tubuh PPP 30 persen, Nasdem 24,1 persen, PKB 15,7 persen, Golkar 30,6 persen, Perindo 27,9 persen, Hanura 24,7 persen, PSI 12,9 persen dan PKPI 29,7 persen yang kadernya mendukung paslon 02," katanya.

Hal serupa juga terjadi pada Partai Gerindra 11 persen, Partai Demokrat 28,5 persen, PAN 25 persen, PKS 15,7 persen, Partai Berkarya 14,9 persen, dimana kadernya mendukung pasangan nomor urut 01.

Survei yang dilakukan PolMark Indonesia ini mengambil 32.560 responden dari 73 daerah pemilihan yang meliputi 172.008.099 pemilih atau 92,9 persen dari pemilih Pemilu 2019. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/-4,8 persen untuk masing-masing survei di 72 dapil. Khusus Dapil Jabar 3, margin of error-nya adalah +/-3.4 persen.

Sumber : Antara