Puluhan Bom di Rumah Teroris Sibolga, Abu Hamzah Diduga Tak Rakit Sendirian

Rumah terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (13/3 - 2019). Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang menewaskan dirinya dan anaknya yang masih balita. (Antara/Jason Gultom)
13 Maret 2019 21:31 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Di dalam rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga, terdapat puluhan bom yang sudah dirakit serta bahan baku untuk pembuatan bom. Bom itu termasuk yang dibawa oleh istrinya dan akhirnya meledak.

"Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah dirakit. Yang akif yang dibawa istrinya sekitar empat bom," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Bahan pembuat bom yang ditemukan polisi di kediaman Abu Hamzah adalah potasium yang mencapai puluhan kilogram. Abu Hamzah diduga tidak merakit sendiri puluhan bom tersebut lantaran jumlahnya yang cukup besar untuk dikerjakan sendiri.

"Pasti dia dibantu temannya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali," kata Dedi Prasetyo.

Terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS itu memiliki kemampuan untuk merakit bom dan dapat memengaruhi anggota-anggota kelompok terorisnya.

Dedi Prasetyo menuturkan bom yang dirakit sendiri itu direncanakan untuk melakukan kegiatan amaliah yang menyasar aparat keamanan, khususnya personel kepolisian. Lembaga kepolisian disasar karena melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris.

"Kelompok tersebut melakukan amaliyahnya bisa setiap saat tergantung kesempatan dan peluang yang dimiliki," tutur dia.

Abu Hamzah diduga masih satu jaringan dengan terduga teroris R alias Putra Syuhada, 23, yang ditangkap di Lampung dan PK alias Salim Salyo yang ditangkap di Kalimantan Barat akhir pekan lalu. Para terduga teroris itu saling berkomunikasi melalui media sosial seperti Facebook serta aplikasi perpesanan WhatsApp dan email.

Sumber : Antara