Jasad Perempuan & Balita di Rumah Teroris Sibolga Dalam Kondisi Mengenaskan

Polisi berjaga di lokasi ledakan bom di kawasan Jl KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (12/3 - 2019). (Antara/Damai Mendrofa)
13 Maret 2019 19:32 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Jasad seorang perempuan serta balita ditemukan di rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jl KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga. Kedua jasad tersebut ditemukan dalam kondisi hancur.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. "Yang sudah bisa dipastikan yaitu jasad yang saat ini masih proses identifikasi tim DVI, yang ditemukan di TKP ada dua sementara. Jasad seorang perempuan yang usianya di atas 30 tahun dan satu jasad anak-anak yang usianya sekitar 2 tahun," tutur dia, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Dua jasad yang ditemukan dalam keadaan hancur tersebut kini masih diidentifikasi tim Laboratorium Forensik dan Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS). Di dalam rumah itu diduga masih terdapat beberapa benda yang mencurigakan, seperti bom, meski sejak pagi polisi telah meledakkan beberapa bom.

"Ini perlu kehati-hatian. Jangan sampai jatuh korban kembali, baik anggota mau pun warga," ucap dia.

Warga yang berada sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara sudah dievakuasi dan tidak diperbolehkan untuk mendekat karena dampak dari ledakan bom bunuh diri istri terduga teroris cukup luas. Puluhan rumah yang dekat dengan TKP mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi pada Rabu dini hari itu.

"Artinya bahwa jumlah bom meskipun low explosive, tetapi kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakan cukup fatal," kata Dedi Prasetyo.

Hingga kini Tim Densus 88 Antiteror Polri dan satgas masih bekerja mengembangkan tersangka atau terduga teroris yang sudah ditangkap. Dedi Prasetyo menuturkan tidak menutup kemungkinan apabila jaringan tersebut masih terkait lone wolf lainnya sehingga perlu dilakukan upaya penegakan hukum lebih lanjut.

Sumber : Antara