Ada 5.000 Lebih Dosen Bekerja di Luar Negeri, Menristekdikti Janjikan PNS Jika Kembali

ilustrasi dosen mengajar. (Solopos/Dok)
13 Maret 2019 03:43 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengajak dosen yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke Indonesia dan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Saat ini ada lebih dari 5.000 dosen yang bekerja di luar negeri.

"Kami dorong diaspora yang di luar negeri kembali ke Indonesia agar menjadi PNS. Kami telah ajukan ke Kemenpan RB," kata Nasir seusai meresmikan gedung baru milik Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin (11/3/2019) seperti dilansir Antara.

Banyak usia dosen diaspora di luar negeri yang di atas 35 tahun. Mereka mempunyai riset dan inovasi yang bagus untuk mengangkat perguruan tinggi di Indonesia. Dosen diaspora di luar negeri memiliki potensi yang sangat besar. Mereka tersebar di di Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Jerman.

"Kalau bisa membantu Indonesia akan luar biasa. Saya pernah ketemu dari Stanford University, dia punya inovasi di bidang elektronik, yaitu mekatronika engineering. Dia saat ini dimanfaatkan AS, padahal orang Indonesia. Ada yang ahli microchip. Bagaimana mereka bisa kembali ke Indonesia," ujar dia.

Untuk membuat para dosen diaspora kembali ke Indonesia, menurut Nasir, bukanlah perkara mudah. Pertama harus ada perbaikan regulasi, dan kedua penyediaan dana cukup. "Presiden menganggarkan pengembangan SDM jauh lebih besar. Diharapkan pelipatgandaan anggaran akan menarik diaspora kembali ke Indonesia," ujar dia.

Dosen diaspora akan ditempatkan di kampus Indonesia yang sudah berkolaborasi dengan kampus asing, bisa di negeri atau swasta dengan pendanaan bersama pemerintah dan PT. "Pada 2017-2018 ada 250 dosen itu. Tahun ini bagaimana mereka menetap di Indonesia. Kita butuh anggaran besar karena mereka akan membandingkan pendatang di luar negeri dan Indonesia," kata dia.