900 Prajurit TNI Dikirim ke Daerah 3 T untuk Mengajar

Kemendikbud bekerja sama dengan TNI AD mengirim prajurit TNI ke daerah 3T. (Kemdikbud.go.id)
13 Maret 2019 11:30 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, BALIKPAPAN — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya mengirim 900 prajurit TNI ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di wilayah tersebut.

Sebelumnya Kemendikbud memberikan pembekalan kepada 900 prajurit yang akan dikirim. Pembekalan tersebut merupakan realisasi dari perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano dengan Asisten Teritorial KASAD Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari.

Dua lembaga bersepakat tentang penguatan kompetensi Personel TNI AD yang akan dikirim ke perbatasan. Perjanjian kerja sama ditandatangani pada Rabu (27/2/2019) lalu di Kantor Kemendikbud, Jakarta.

“Kerja sama bukan untuk menjadikan tentara beralih fungsi sebagai guru, tetapi memberikan bekal kepada prajurit TNI AD yang bertugas di perbatasan. [Mereka] Sewaktu-waktu bisa membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yang sekolahnya kekurangan guru di samping melaksanakan tugas utamanya menjaga kedaulatan NKRI,” jelas Supriano pada pembukaan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi dalam Pembelajaran di Kelas Kepada Personel TNI AD pada Satuan Pendidikan di Daerah 3T di Yonif 600 Raider, Balikpapan, Senin (11/03/2019) seperti dilansir laman Kemdikbud.go.id.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan mulai 11-14 Maret 2019 di dua lokasi yakni Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Garut, Jawa Barat, dengan jumlah peserta masing-masing 450 orang prajurit . “Para prajurit dapat memberikan layanan pendidikan di daerah 3T yang saat ini akan ditempatkan di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau,” terang Supriano.

Selain membantu mengajar, para prajurit juga dapat memberikan informasi mengenai fasilitas yang dibutuhkan di perbatasan. Supriano berharap sinergi yang baik antara Kemendikbud dan TNI AD bisa mengatasi kekurangan tenaga pengajar.

Mayjen Bakti Agus Fadjari mengimbau kepada seluruh prajurit yang mengikuti pembekalan dari Kemendikbud untuk fokus dan menyerap ilmu dan informasi yang diberikan para narasumber. “Dengan sinergi ini juga dapat melahirkan anak-anak cerdas, sejahtera, dan berperan di dalam pembangunan bangsa. Saya yakin pembekalan ini juga dapat menjawab tantangan atau kendala yang ada di pos prajurit masing-masing nantinya. Kita bisa membantu sekolah yang kekurangan guru melalui ilmu-ilmu yang diterima,” kata Agus.

Para personel TNI AD akan mendapat pembekalan lima kemampuan pendidikan, yakni penguatan pendidikan karakter; bela negara; baca, tulis, hitung; kecakapan hidup; dan kepanduan. Materi-materi tersebut diberikan oleh widyaiswara dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Timur, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan dosen-dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Para prajurit mendapar pembekalan dengan pola bimtek selama 40 jam.