6 Jam Negosiasi, Istri Terduga Teroris Sibolga Bertahan Dalam Rumah

Polisi berjaga di lokasi ledakan bom di kawasan Jl KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (12/3 - 2019). (Antara/Damai Mendrofa)
12 Maret 2019 22:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SIBOLGA -- Sudah sekitar enam jam negoisasi dilakukan polisi terhadap istri terduga teroris yang meledakkan bom di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Selasa (12/3/2019). Negosiasi belum membuahkan hasil dan istri terduga teroris masih bertahan di dalam rumah bersama anaknya.

Bom tersebut medak ketika terduga teroris, Abu Hamzah, hendak digrebek tim Densus Anti Teror. Informasi yang dilaporkan Antara, Selasa malam, menyebutkan bahwa terduga pelaku teroris Abu Hamzah alias Husein alias Upang sudah berhasil ditangkap Densus dan langsung ditangkap. Saat ini yang masih tinggal di rumah itu istri dengan anaknya.

Pantauan di lokasi malam ini sekitar pukul 21.03 WIB, tim Brimob dan juga Densus 88 sudah masuk mendekati rumah terduga teroris lengkap dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru. Warga yang ada di sekitar lokasi diminta untuk menjauh.

"Kalau suaminya, Abu Hamzah, sudah berhasil ditangkap tadi sore, dan langsung diamankan oleh tim Densus. Kami pun enggak tahu dimana diamankan, karena tim Densus dan Gegana yang berperan langsung. Kami saja dari petugas kepolisian yang ada di Sibolga ini hanya sebatas mengamankan masyarakat, kalau yang berperan langsung adalah tim Densus dan Gegana," ujar seorang polisi yang mengamankan lokasi.

Sementara itu imbauan melalui pengeras suara masih terus disampaikan agar istri terduga teroris mau menyerahkan diri. "Ibu menyerah aja ibu, kasihan anak ibu, dia tidak tahu apa-apa dan masa depannya masih panjang. Kasihan lah Bu sama anaknya. Kalau ada masalah sampaikan kepada kami," bujuk polisi dari dalam masjid yang tidak jauh dari rumah itu.

Sumber : Antara