Sejarah Hari Ini: Soekarno Berikan Supersemar ke Soeharto

Soekarno (kanan) dan Soeharto (kiri). (Youtube)
11 Maret 2019 00:10 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Presiden pertama Indonesia, Soekarno, memberikan surat perintah kepada Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu demi terjaminnya keamanan, ketertiban, dan jalannya pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tepat pada 11 Maret 1966.

Surat tersebut kini dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Penyerahan Supersemar kepada Soeharto itu merupakan salah satu peristiwa pada 11 Maret yang layak dikenang. Berikut ini, Solopos.com merangkum sejumlah peristiwa bersejarah yang dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org dalam Sejarah Hari Ini, 11 Maret:

Bangunan Istana Kerajaan Ryukyu yang masih berdiri hingga kini. (Wikimedia.org)
1879
Kekuasaan Kerajaan Ryukyu di Kepulauan Ryukyu runtuh setelah kerajaan tersebut ditaklukkan Jepang. Kerajaan Ryukyu runtuh setelah berkuasa di Kepulauan Ryukyu sejak 1429. Kini, wilayah Ryukyu dikenal sebagai wilayah Kepulauan Okinawa.

1923
Kapal penumpang Alexander tenggelam di perairan Yunani dan mengakibatkan 150 penumpangnya tewas. Di antara korban tewas tersebut terdapat 10 anggota Angkatan Laut Yunani. Kapal tersebut diduga tenggelam karena didera badai besar.

1944
Jerman menarik pasukannya dari Kota Uman, Ukraina. Penarikan pasukan itu menjadi salah satu tanda melemahnya Jerman dalam Perang Dunia II. Selain menarik pasukannya dari Kota Uman, tentara Jerman yang menduduki kawasan dekat Sungai Dneiper di Ukraina itu juga diperintahkan untuk pulang.

1945
Pasukan Jepang melakukan kamikaze—serangan bunuh diri dengan menabrakkan pesawat—ke arah pasukan Amerika Serikat (AS) di Atol Ulithi, Samudera Pasifik. Jepang harus membayar mahal serangan tersebut dengan hancurnya 13 pesawat tempur dan tewasnya 60 hingga 70 tentaranya. Sedangkan kerugian AS hanya berupa kerusakan pada kapal induknya dan 26 tentaranya tewas.

1966
Presiden pertama Indonesia, Soekarno, memberikan surat perintah kepada Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu demi terjaminnya keamanan, ketertiban, dan jalannya pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Surat tersebut kini dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Bangunan Istana Kerajaan Ryukyu yang masih berdiri hingga kini. (Wikimedia.org)
1985

Mikhail Gorbachev resmi menjadi pemimpin Uni Soviet. Ia menggantikan Konstantin Chernenko yang meninggal dunia sehari sebelumnya. Gorbachev menjabat selama kurang lebih enam tahun hingga bubarnya Uni Soviet pada 1991.

1990
Lithuania memulai pertempuran untuk memisahkan diri dari Uni Soviet. Lithuania adalah negara pertama yang secara terang-terangan ingin memisahkan diri dari Uni Soviet.

1999
Pemutusan aliran listrik dengan area pemadaman terluas di Brazil terjadi karena gardu listrik di negara tersebut tersambar petir. Wilayah yang dipadamkan listriknya antara lain Sao Paulo, Rio de Janeiro, Minas Gerais, Goias, Mato Grosso, Mato Grosso do Sul, dan Rio Grande do Sul. Sekitar 97 juta warga Brazil saat itu tak mendapatkan suplai listrik selama sehari penuh.

2004
Empat kereta api di wilayah Madrid, Spanyol diserang teroris yang meledakkan 10 bom. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 191 orang. Serangan itu diyakini dilakukan kelompok Al-Qaeda sebagai pembalasan atas keterlibatan Spanyol dalam konflik bersenjata di Irak.

2010
Israel mengumumkan pembangunan permukiman baru berisi ribuan rumah di Yerusalem Timur. Pembangunan permukiman baru tersebut membuat pihak Palestina meradang. Palestina menganggap Israel telah melanggar perjanjian untuk tidak mendirikan permukiman baru.

Kolom 3 hours ago

Fisika di SMK