SMRC Sebut Jokowi Unggul 20%, Kubu Prabowo Ngaku Tak Percaya Survei

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
11 Maret 2019 16:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Hasil survei beberapa lembaga yang menyebutkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf-Amin unggul sekitar 20% dari rivalnya diragukan, termasuk oleh kubu Prabowo-Sandiaga. Mereka menyebut hasil survei itu hanya bagian dari propaganda.

Kepala Divisi dan Advokasi Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengaku tak percaya dengan hasil Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menyatakan elektabilitas pasangan calon Jokowi-Ma’ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo-Sandi.

Dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,9% dan Prabowo-Sandi 32,1%. Sedangkan 13,0% sisanya belum menentukan pilihan. Artinya, selisih elektabilitas kedua pasangan dalam survei ini mencapai lebih dari 20%.

“Kami tidak bisa mempercayai hasil survei sekarang, terlebih apabila lembaga surveinya tidak merilis siapa yang membiayai survei tersebut dan tidak membuka data mentahnya karena ini sangat penting sekali," ujar Ferdinand, Senin (11/3/2019).

Karenanya, Ferdinand menganggap hasil-hasil lembaga survei sekarang hanya bunga-bunga demokrasi saja dan lembaga survei hanya bagian dari sebuah propaganda opini semata.

"Jadi bagi kami, ini silakan saja lembaga-lembaga survei merilis hasilnya yang kami pasti bentuk survei-survei seperti ini tidak bisa memberikan kepercayaan sedikit pun," ujar politikus Demokrat itu.

Sementara itu, pengamat psikologi politik Irfan Aulia mengklaim meski elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul, namun selisih dengan Prabowo-Sandi kian menipis.

“Dari pemantauan saya dari jaringan para surveyor, selisih elektabilitas antara pasangan nomor urut 01 dengan 02 mulai tipis, di bawah 9%,” ujarnya kepada Bisnis/JIBI saat ditemui seusai sebuah diskusi di Gedung DPR, Senin.

Irfan mengatakan bahwa meski selisih elektabilitas kian tipis, namun dia mengatakan bahwa terjadi fluktuasi elektabilitas di antara kedua paslon. Hanya saja dia mengakui saat kedua capres cenderung berkampanye dengan memamfaatkan emosi massa, justru tingkat pemilh yang belum menentukan pilihan meningkat.

Dalam kondisi demikian, ujarnya, masih sulit memprediksi paslon yang akan memenangkan Pilpres 2019 meski elektabilitas paslon Jokowi-Ma’ruf untuk sementara mengungguli Prabowo-Sandi.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 10 hours ago

Bahaya Lethong