Isu Prabowo Dilarang Mendarat di Banjarmasin, Cek Fakta Sebenarnya

Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. (angkasapura)
11 Maret 2019 06:30 WIB Rio Sandy Pradana Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Informasi soal capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dilarang mendarat di Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin beredar di media sosial dan grup percakapan Whatsapp, Minggu (10/3/2019).

Berikut bunyi kutipan yang beredar luas tersebut:

Info terbaru pesawat pribadi pak prabowo tdk dapat ijin untuk mendarat di bandara samsudinnoor bjrmasin.utk menghadiri haul guru sekumpul hr ini...sungguh Terlalu Rezim ini..pdahal bukan utk kampanye.

Gara2 PS tdk dikasi mndarat di Peswatnya di Banjarmasin smua Bendera O1 diturunin sama Rakyat Banjanrmasin mampus aja hahaha

Ini bisa menjadi kasus hukum karena terkait keselamatan penerbangan. Bagaimana apabila bahan bakar tidak mencukupi saat detour ke bandara lain. Ke 2 rencana penerbangan sudah disampaikan sebelum terbang dan mustinya ijin sudah diberikan karena itu penerbangan dilakukan.. sampai segininya membahayakan keselamatan orang2 .. coba bayangkan pesawat jatuh di kota karena kehabisan bahan bakar

Bisnis/JIBI menghubungi otoritas terkait untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar tersebut. Berikut faktanya:

Pesawat Sandiaga

PT Angkasa Pura I (Persero) membantah adanya larangan mendarat bagi pasangan calon presiden nomor urut 02 di Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Corporate Communications Senior Manager AP I Awaluddin mengatakan tidak ada pesawat pribadi yang dilarang mendarat di bandara tersebut hari ini.

"Tadi pihak bandara telah mengizinkan pesawat pribadi mendarat. Bukan Pak Prabowo, tetapi Pak Sandiaga Uno yang menggunakan pesawat tersebut," kata Awaluddin, Minggu (10/3/2019).

Dia mengaku baru saja melakukan penerbangan dari Banjarmasin. Pesawatnya yang melakukan lepas landas (take off) pukul 18.45 Wita.

Saat itu, lanjutnya, pesawatnya sempat menunggu beberapa menit di taxiway karena menunggu pesawat lain yang hendak mendarat. Pesawat yang ditunggu tersebut digunakan oleh Sandiaga Uno.

Sumber : Bisnis/JIBI