KPU India Minta Partai Politik Tak Tampilkan Militer di Materi Kampanye

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam sebuah acara kampanye. - JIBI/Solopos/Reuters
10 Maret 2019 19:20 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, NEW DELHI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) India meminta semua partai politik tidak menggunakan gambar atau foto terkait militer dalam material kampanye mereka menjelang pemilihan umum di negara demokratis terbesar di dunia itu.

Peringatan KPU India itu disampaikan menyusul ada sejumlah gambar yang diunggah di media sosial yang menunjukkan partai berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP) menggunakan foto pilot Angkatan Udara India yang belum lama ini ditawan Pakistan dalam poster kampanye Perdana Menteri Narendra Modi.

Dalam peringatan yang diunggah di situs Internetnya pada Sabtu (9/3/2019), KPU India menegaskan partai-partai politik harus menahan diri dan tidak menggunakan gambar atau foto personel militer dalam material kampanye mereka. Mereka menyatakan militer adalah “pemangku kepentingan yang netral dan tak berhaluan politik dalam demokrasi modern.” KPU India merujuk pada peraturan dari tahun 2013 yang menyebut foto personel militer “tidak boleh digunakan dalam iklan/propaganda/kampanye atau dalam cara dan maksud apa pun yang berkaitan dengan pemilu oleh para kandidat dan partai politik.”

Sejumlah unggahan di media sosial setempat belum lama ini menunjukkan poster kampanye di Ibu Kota New Delhi yang memasang foto Letkol Abhinandan Varthaman, pilot AU India yang pesawat ditembak jatuh Pakistan dalam konflik bersenjata singkat dua pekan lalu di wilayah sengketa Kashmir. Foto penerbang tempur itu disandingkan dengan foto Perdana Menteri Modi, dan disertai kalimat “Jika Modi berkuasa, semua mungkin! NaMo lagi 2019!” NaMo adalah singkatan untuk Narendra Modi.

Konflik bersenjata dengan Pakistan yang terakhir dimanfaatkan pemerintahan Modi untuk memicu sentimen nasionalisme di India. Konflik bermula ketika India melakukan serangan udara ke wilayah Pakistan yang diklaim menyasar kamp latihan kelompok militan Jaish-e-Mohammed (JeM) yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom terhadap pasukan India di wilayah Kashmir, yang menewaskan 40-an personel militer India.

Serangan ini dibalas Pakistan dan dalam salah satu kesempatan terjadi duel udara di mana Pakistan menembak jatuh pesawat tempur India dan menawan pilotnya yang selamat. Sang pilot, Abhinandan, kemudian dipulangkan ke India oleh Pakistan sebagai “tanda niat baik.”

Sumber : Reuters