Wanita Transgender Ini Jadi Calon PM Thailand

Pauline Ngarmpring, wanita transgender pertama calon PM Thailand (Huffingotn Post)
10 Maret 2019 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, BANGKOKPauline Ngarmpring memberi warna baru di dunia politik Thailand. Dia menjadi wanita transgender pertama yang mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Thailand. Pencalonannya didukung penuh oleh komunitas LGBT di Thailand.

Pauline Ngarmpring mengira bakal menjalani hidup tenang ketika memutuskan menjadi transgender di usia 49 tahun. Kenyataannya, kini Pauline Ngarmpring terdaftar sebagai salah satu kandidat Perdana Menteri Thailand.

Dia pun menghabiskan banyak waktu untuk berkampanye demi memuluskan jalannya menduduki jabatan tersebut.

"Saya telah lama berminat di dunia politik. Sebagai laki-laki, dulu saya sering diundang untuk bergabung di partai politik. Tapi, saya merasa waktu itu belum tepat. Kini, sebagai wanita, saya merasa nyaman. Saya siap terjun ke dunia politik. Tapi, apakah rakyat sudah siap menerima calon dari kalangan transeksual?" terang Pauline Ngarmpring seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/3/2019).

Thailand bakal menggelar pemilihan umum pada 24 Maret 2019. Ini merupakan pemilihan umum (pemilu) pertama sejak kudeta militer pada 2014 lalu. Pauline Ngarmpring merupakan salah satu calon dari Partai Mahachon.

Meskipun bukan kandidat utama, Pauline Ngarmpring mendapat dukungan penuh dari komunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan trangender) serta aktivis kesetaraan gender.

Dia diprediksi mengukir sejarah baru di Thailand. Dia merupakan orang cerdas yang perah menjadi reporter, promotor olahraga, hingga advokat kaum LGBT.

Selama ini, Thailand merupakan negara yang dianggap toleran terhadap gender. Negeri Gajah Putih itu merupakan salah satu negara pertama di Asia yang mengakui pasangan sesama jenis secara hukum. Meski demikian, komunitas LGBT tetap menghadapi diskriminasi dan sering ditolak di masyarakat.