Kasus Robertus Robet, Polisi Panggil Peserta Aksi Kamisan

Robertus Robet (Youtube)
08 Maret 2019 20:36 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan memanggil peserta Aksi Kamisan sebagai saksi untuk kasus Robertus Robet. Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu kini dianggap menghina karena menyanyikan Mars ABRI yang diplesetkan dalam orasi di Aksi Kamisan.

"Saksi yang terkait peristiwa itu, misalnya yang ada di demo saat Kamisan. Kan ada beberapa saksi, saksi yang terlibat langsung dalam suatu peristiwa, yang mendengar, melihat, yang berada di lokasi, akan dimintai keterangan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Bareskrim belum akan memanggil Robertus Robet lagi dan saksi ahli pidana serta ahli bahasa karena keterangannya dinilai sudah cukup. Selain membuat rencana tindak lanjut pemanggilan saksi-saksi, penyidik Bareskrim masih melakukan verifikasi alat bukti yang dimiliki untuk penyempurnaan berkas perkara.

Alat bukti yang dimiliki penyidik adalah video pertama sampai viral yang sudah diidentifikasi penyidik sebagai petunjuk. Selain itu ada hasil pemeriksaan saksi ahli pidana dan bahasa.

"Dari dua alat bukti itu, penyidik melakukan upaya paksa kemudian dalam proses pemeriksaan Saudara R mengaku perbuatan. Tambah pengakuan menjadi tiga alat bukti, cukup untuk menetapkan tersangka," ucap Dedi Prasetyo.

Robertus Robet telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum pada Kamis (7/3/2019) sore.

Dia ditangkap karena orasinya dalam Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, 28 Februari 2019 lalu. Rekaman videonya kemudian beredar di media sosial. Robet diancam dengan pasal penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 KUHP.

Sumber : Antara