Polisi Juga Kejar Penyebar Video Robertus Robet Nyanyikan Plesetan Mars ABRI

Aktivis HAM yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet (kanan) bergegas meninggalkan Gedung Bareskrim Mabes Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (7/3 - 2019). (Antara)
08 Maret 2019 17:00 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mabes Polri mengaku sedang memburu pelaku penyebar video tersangka dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet saat menyanyikan Mars ABRI yang diplesetkan dan viral di media sosial.

Robertus Robet ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri karena dianggap telah menghina TNI pada saat berorasi dalam Aksi Kamisan (28/2/2019). Saat itu, Robertus menyanyikan lagu yang pernah populer di era aktivis era 1998.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan Polri tengah memprofil pelaku penyebar video tersebut hingga viral di media sosial. Menurut Dedi, ada beberapa akun media sosial yang memviralkan video tersebut melalui Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram.

"Polri masih melakukan profiling terhadap pelaku penyebar video itu. Penyebar video masih kami identifikasi," tuturnya, Jumat (8/3/2019).

Dia memastikan Polri tidak hanya akan memproses hukum dosen UNJ tersebut. Polri juga mengincar sejumlah pihak yang diduga turut serta menyebarkan video Robertus Robet saat tengah menyanyikan lagu yang diduga menghina institusi TNI.

"Penyidik akan bertindak seperti ke penyebar berita hoaks lainnya," katanya.

Sebelumnya, dosen Ilmu Sosiologi Robertus Robet telah ditangkap di rumahnya yang beralamat di Mutiara Depok Blok NC No. 7 RT10/13, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/3/2019), sekitar pukul 23.30 WIB. 

Penangkapan itu dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan penangkapan tersangka Nomor: B/335/III/2019/Dittipidsiber tertanggal 7 Maret yang ditandatangani oleh Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber, Kombes Pol Rickynaldo Chairul. 

Setelah ditangkap, Robertus Robet resmi menjadi tersangka karena diduga melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan menyanyikan lagu yang menjadi viral di media sosial.

Robertus Robet sendiri telah memberikan klarifikasi melalui Facebook mengenai lagu yang dinyanyikan pada saat Aksi Kamisan di depan Istana Negara beberapa waktu lalu. Robet memastikan dirinya tidak mengarang lagu tersebut, namun hanya menyanyikan lagi lagu yang sempat populer di kalangan aktivis era 1998.

"Lagu itu saya maksudkan untuk kritik ABRI di masa lampau, bukan TNI (Tentara Nasional Indonesia) di masa kini, apalagi dimaksudkan untuk menghina profesi dan institusi TNI,” kata Robet.

Sumber : Bisnis/JIBI