Kontroversi Orasi Robertus Robet, Ditangkap Diduga karena Nyanyi Lagu ABRI

Aktivis HAM yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet (kanan) bergegas meninggalkan Gedung Bareskrim Mabes Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (7/3/2019). - Antara
08 Maret 2019 05:10 WIB Kahfi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet dikabarkan ditangkap Pihak Kepolisian karena dituding melakukan pelanggaran terhadap UU ITE. Pangkal soalnya, Robet dianggap telah melakukan penghinaan terhadap TNI.

Berdasarkan informasi yang viral di ranah media sosial, Robet ditangkap pada Kamis (7/3/2019) dinihari. Dia digiring ke Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan. Penangkapan itu diduga berkaitan dengan Aksi Kamisan yang dilakukan sepekan silam.

Dalam aksi yang konsisten dilakukan selama belasan tahun oleh para korban dan keluarga korban tindakan kekerasan aparat negara tersebut, Robet menyanyikan lagu pelesetan “ABRI” untuk mengkritik wacana kebijakan penempatan kalangan militer di ranah kementerian, serta lembaga.

Berdasarkan informasi itu, Robet didampingi tim hukum di antaranya Yati Andriyani dan Nurkholis Hidayat.  “Sedang BAP,” Nurkholis menjawab singkat pertanyaan Bisnis terkait kondisi terkini yang menimpa Robet.

Rekam visual yang menayangkan Robet menyanyikan lagu kritik itu viral di ranah maya. Kejadian itu mengundang peringatan dan ancaman hukum yang dilayangkan warganet maupun akun ofisial TNI.

Sebagai catatan, lagu kritik “ABRI” populer mengiringi protes mahasiswa pada 1998. Lagu tersebut banyak dinyanyikan saat demonstrasi menentang Orde Baru.

Aktivis mahasiswa dan kekuatan pro demokrasi menganggap ABRI sebagai salah satu simpul penyokong kekuatan Orde Baru, selain Golkar dan Birokrasi, sehingga pada perjalanannya, ABRI pun tersapu reformasi dan berubah menjadi TNI.

Belakangam, muncul wacana penempatan kalangan militer ke pos kementerian dan lembaga yang pernah dilakukan semasa Orde Baru. Hal inilah yang kembali memicu kekhawatiran dan terjadinya protes terhadap pemerintah.