Intelijen Korsel Deteksi Aktivitas Nuklir Korut

Lokasi uji coba nuklir Korut di Pegunungan Pungye/ri. (Googleeart/38 north)
07 Maret 2019 00:10 WIB John Andhi Oktaveri Internasional Share :

Solopos.com, PYONGYANG - Badan intelijen Korea Selatan mendeteksi bahwa Korea Utara sedang memulihkan situs peluncuran rudal yang sebelumnya dibongkar setelah perjanjian denuklirisasi dengan Presiden AS Donald Trump tahun lalu.

Kantor berita Yonhap mengutip anggota parlemen yang diberi pengarahan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), mengatakan bahwa pekerjaan pemulihan itu berlangsung di lokasi peluncuran Tongchang-ri. Pekerjaan itu di antaranya mengganti atap dan pintu fasilitas peluncuran rudal nuklir.

Laporan Yonhap tidak mengatakan kapan pekerjaan itu terdeteksi, tetapi berita tentang hal itu muncul beberapa hari setelah pertemuan puncak kedua tentang denuklirisasi antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un gagal mencapai kesepakatan pekan lalu di Hanoi, Vietnam.

Trump mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan puncak pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim pada 12 Juni di Singapura bahwa pemimpin Korea Utara menjanjikan situs pengujian peluncur rudal utama akan segera dihancurkan.

Akan tetapi, Trump tidak mengidentifikasi situs itu meski seorang pejabat AS kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa itu adalah Sohae Satellite Launching Ground, yang berlokasi di Tongchang-ri.

Sumber Pemerintah AS, mengatakan NIS dianggap dapat diandalkan untuk masalah-masalah seperti itu. Akan tetapi, menambahkan bahwa pekerjaan yang dijelaskan itu tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Kim Jong-un juga berjanji pada pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada bulan September untuk menutup Sohae dan memungkinkan para pakar internasional untuk mengamati pembongkaran situs pengujian mesin rudal dan landasan peluncuran.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Palladino mengatakan pada sebuah keterangn pers bahwa Amerika Serikat "tetap berhubungan" dengan Korea Utara, tetapi dia menolak mengatakan apakah mereka telah melakukan kontak sejak KTT sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (6/3/2019).