Survei: 7 Bulan, Elektabilitas Jokowi Naik 6,5% dan Prabowo Naik 1,4%

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyapa wartawan saat menunggang kuda di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016). - Antara/Puspa Perwitasari
06 Maret 2019 10:40 WIB Newswire, Danang Nur Ihsan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres di Jakarta, Selasa (5/3/2019).
Selama tujuh bulan terakhir, LSI Denny J.A. mencatat selisih elektabilitas capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selalu berada di kisaran 20%.

Survei yang dilakukan 18-25 Februari 2019 itu menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 58,7% dan Prabowo-Sandi 30,9% serta yang belum menentukan pilihan 9,9% dan tidak sah 0,5%. Bila dibandingkan dengan survei LSI Denny J.A. pada Agustus 2018 lalu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf naik 6,5% dan Prabowo-Sandi naik 1,4% serta yang belum menentukan pilihan turun 8,4%.

Peneliti dari LSI Denny J.A., Ardian Sopa, mengatakan dengan sisa masa kampanye sekitar 43 hari politik masih sangat dinamis meski selisih elektabilitas dua pasangan capres-cawapres selalu berada di kisaran 20%. ”Politik bisa sangat dinamis. Hasil akhir terkait siapa yang menang dan siapa yang kalah kita menunggu hasil penghitungan KPU nanti," tutur Ardian di Jakarta.

Bila melihat tren elektabilitas dua pasangan capres-cawapres dari survei LSI Denny J.A., ada naik-turun elektabilitas capres-cawapres setiap bulan. Dari survei LSI Denny J.A., elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tertinggi terjadi pada Februari yaitu 58,7% dan Oktober 2018 lalu yaitu 57,7%. Sedangkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang terendah terjadi pada Agustus 2018 yaitu 52,2%.

Sedangkan untuk tren elektabilitas Prabowo-Sandi, pasangan nomor urut 02 ini memiliki elektabilitas tertinggi pada November 2018 31,2% dan Januari 31%. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi terendah terjadi pada Oktober 2018 yaitu 28,6% dan September 2018 29,2%.

Bila dibandingkan dengan tren elektabilitas capres-cawapres yang dirilis lembaga survei Populi Center pada Februari 2019 , hasilnya hampir mirip. Populi Center menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tertinggi pada Oktober 2018 yaitu 56,3% dan terendah pada Desember 2018 52%. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi tertinggi pada November 2018 32,5% dan terendah Agustus 2018 30,3%.

Ardian menyatakan bila mengacu kepada analisis tren elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres selama enam bulan terakhir, kompetisi pilpres kian mudah ditebak. ”Jika dilihat dari tren atau analisis tren, mohon maaf pertarungan sudah 'selesai'," kata dia.

Dia mengatakan dalam survei pada Februari lalu, LSI menggunakan simulasi surat suara dengan 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. ”LSI mencoba memotret secara lebih akurat, dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen," jelas Ardian.

Tren Elektabilitas Capres-Cawapres Versi LSI Denny J.A.

Agustus 2018

  • Jokowi-Ma’ruf 52,2%
  • Prabowo-Sandi 29,5%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 18,3%

September 2018

  • Jokowi-Ma’ruf 53,2 %
  • Prabowo-Sandi 29,2 %
  • Rahasia/Tidak Menjawab 17,6 %

Oktober 2018

  • Jokowi-Ma’ruf 57,7%
  • Prabowo-Sandi 28,6%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 13,7%

November 2018

  • Jokowi-Ma’ruf 53,2%
  • Prabowo-Sandi 31,2%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 15,6%

Desember 2018

  • Jokowi-Ma’ruf 54,2%
  • Prabowo-Sandi 30,6%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 15,2%

Januari 2019

  • Jokowi-Ma’ruf 54,8%
  • Prabowo-Sandi 31,0%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 14,2%

Februari 2019

  • Jokowi-Ma’ruf 58,7%
  • Prabowo-Sandi 30,9%
  • Rahasia/Tidak Menjawab 9,9%

Sumber : Newswire