Jokowi-Maruf Unggul di Semua Survei, Pollmark: Jangan Azan Asar Saat Zuhur!

Presiden pada acara Gebyar Bakso Merah Putih di Lapangan Deltamas, Desa Hegarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/3 - 2019) siang. (Istimewa/Setkab.go.id)
05 Maret 2019 18:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyimpulkan pertarungan Pilpres 2019 sudah selesai. Namun lembaga survei dan konsultan Pollmark Indonesia menyampaikan opini yang berbeda dengan menyebut masih ada peluang menang di kedua pasangan capres-cawapres.

Survei Pollmark Indonesia sebenarnya juga menunjukkan keunggulan Jokowi-Maruf Amin. Namun menurut Pollmark, Jokowi-Maruf belum tentu mengalahkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 meski selalu menang dalam survei elektabilitas.

Founder dan CEO Pollmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, menegaskan survei 73 dapil menunjukkan pilpres saat ini berlangsung sangat ketat hasilnya dan merupakan alarm yang keras bagi petahana Jokowi.

Hasil survei Pollmark, elektabilitas Jokowi-Maruf Amin mencapai 40,4 persen (pemilih mantap 31,5 persen) dan Prabowo-Sandi 25,8 persen (pemilih mantap 20,5 persen). Sedangkan, undecided voters sebesar 33,8 persen.

Jika ditambahkan dengan pemilih yang belum mantap, ada sekitar 48 persen pemilih yang masih diperebutkan kedua pasangan calon. Ini merupakan data agregat elektabilitas capres cawapres di 73 dapil. Wawancara responden dilakukan rentang waktu Oktober 2018-Februari 2019.

“Kita tidak boleh azan Asar di waktu Zuhur. Kita tidak bisa membuat kesimpulan hari ini untuk apa yang terjadi 17 April 2019. Apakah Jokowi atau Prabowo yang menang? Tidak dua-duanya. Semua masih berpeluang. Kelihatannya kalau melihat data ini, siapapun yang menang nantinya, menangnya hanya tipis,” kata Eep Saefulloh Fatah di acara Survei 73 Dapil Pemilu 2019, Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Selasa (5/3/2019), dilansir Suara.com.

Hasil survei 73 dapil ini juga membantah beberapa hasil lembaga survei nasional yang mengumumkan bahwa Jokowi - Maruf Amin unggul di atas 20 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga. Survei dapil memperlihatkan sangat ketatnya Pilpres 2019. Kedua pasangan calon bergerak naik, tapi terbatas.

“Sebagai penantang, Prabowo - Sandiaga juga tidak bergerak tajam, pergerakannya lambat,” pungkasnya.

Sumber : Suara.com