Hasil Survei Roy Morgan, Tim Jokowi Senang, Kubu Prabowo Tuding Keliru

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
05 Maret 2019 15:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Munculnya hasil survei dari lembaga survei Australia, Roy Morgan yang memprediksi suara Jokowi meningkat 5 persen dari raihan suara pada 2014 memunculkan polemik di antara dua kubu paslon capres yang bersaing pada Pilpres 2019.

Meski hasil survei itu memiliki kesamaan dengan sejumlah lembaga survei nasional lainnya, namun dari sisi angka elektabiitas, hasil survei Roy Morgan menempatkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin lebih tinggi dari Prabowo-Sandi. Bedasarkan hasil survei itu, Jokowi meraih elektabilitas 58% dan Prabowo sebesar 42%.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily menilai peningkatan tren elektabilitas pasangan capres cawapres nomor urut 01 itu wajar. Akan tetapi, meski tengah berada ‘di atas angin’, Ace mengatakan hasil survei itu tak lantas membuat TKN terlena. Pihaknya tetap terus bekerja mengejar target. Ace bahkan menyebut suara 70% harus bisa diraih di Pilpres 2019.

Menurut Ace, ada sejumlah alasan suara Jokowi meningkat. Salah satunya adalah dampak dari debat pertama dan kedua yang telah digelar beberapa waktu lalu. Alasan kedua, yaitu gagasan pasangan Jokowi-Ma'ruf dinilai lebih konkret.

Sementara itu, Direktur Konsolidasi Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Fuad Bawazier mengatakan hasil survei itu keliru dan tidak sesuai dengan hasil survei internal BPN. Fuad mengklaim survei internal BPN menyatakan hasil berbeda dan Prabowo-Sandi disebutnya sudah unggul atas Jokowi-Ma'ruf meski tidak menyebut angka secara rinci.

Dia mengatakan selisihnya hanya sedikit. Kini, ujarnya, BPN lebih menyibukkan diri dengan mengkonsolidasikan kekuatan untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) agar tidak ada kecurangan.

Sebelumnya, lembaga survei asal Australia Roy Morgan menyebut elektabilitas paslon nomor 01 Jokowi-Maruf unggul atas paslon nomor urut 02 Prabowo- Sandi. Meski demikian, selisih keduanya sudah tipis. Prabowo-Sandi disebut unggul di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, serta Lampung. Dengan begitu, perbedaan suara antara kedua capres menipis di kawasan perkotaan.

"Daerah perkotaan jauh lebih kompetitif [bagi Prabowo], berdasarkan capaiannya di Jakarta dan wilayah sekitarnya di Jawa Barat dan Banten, serta Sumatra bagian selatan," menurut keterangan tertulis Roy Morgan sebagaimana dilansir cnn.com.

Sumber : Bisnis/JIBI