Jokowi & Prabowo Saling Serang Kandang Lawan, Bagaimana Hasilnya?

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
04 Maret 2019 12:40 WIB Danang Nur Ihsan, Agnes Yustin Roswita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Basis dukungan ke Joko Widodo (Jokowi) di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) serta dukungan ke Prabowo Subianto di Jawa Barat (Jabar) dan Banten belum goyah.

Hal ini menunjukkan upaya dua kubu untuk menggempur kandang lawan belum sepenuhnya membuahkan hasil. Berdasarkan survei yang dirilis lembaga survei Roy Morgan dari Australia, Jumat (1/3/2019), sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman roymorgan.com, Minggu (3/3/2019), menunjukkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih unggul di Jawa bagian barat (Jabar, Banten, dan DKI Jakarta).

Sedangkan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di Jateng, DIY, Jatim, hingga Bali. Survei ini dilakukan Roy Morgan pada Januari 2019 lalu terhadap 1.039 responden di 17 provinsi. Levine mengatakan elektabilitas Jokowi adalah 58% dan Prabowo 42%.

Hasil survei yang dirilis Roy Morgan bila dibandingkan dengan hasil Pilpres 2014 menunjukkan tidak terlalu banyak perubahan dukungan bila dilihat dari basis geografis.

Di Jawa bagian barat, Roy Morgan menyebut dukungan kepada Prabowo mencapai 57%, sedangkan Jokowi 43%. Dalam pilpres lima tahun lalu di tiga provinsi ini, Prabowo meraup 19,88 juta suara (57,35%) dan Jokowi mendapatkan 14,78 juta suara (42,65%).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengakui tiga provinsi itu menjadi perhatian utama. Cawapres Ma’ruf Amin yang berasal dari Banten diharapkan bisa mendulang suara di tiga provinsi ini.

”Kami optimis bahwa Banten sebenarnya akan memberikan dukungan. Tapi juga karena saya memang putra Banten. Karena putra [daerah], mereka pasti akan mendukung putra daerahnya," ujar Ma'ruf di Kota Serang, Banten.

Di Jateng & DIY, Roy Morgan mencatat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 74,5% dan Prabowo-Sandi 25,5%. Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jateng dan DIY adalah 72,3% dan Prabowo-Sandi 13,8%, sisanya tidak tahu/tidak menjawab. Dalam Pilpres 2014, Jokowi dominan di dua provinsi ini dengan 14,19 juta suara (65,54%) dan Prabowo 7,46 juta suara (34,46%).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga gencar menggempur Jateng dengan mendirikan posko di berbagai daerah. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengatakan capres-cawapres nomor urut 02 memberi perhatian khusus ke Jateng.

”Kami berkaca dari kekalahan sebelumnya tahun 2014. Kami paling besar [kalah] di Jawa Tengah. Saya pikir salah satu strategi yang ditawarkan tim untuk fokus di sini juga, tanpa kita meninggalkan daerah-daerah lain,” kata dia.

Wilayah lain yang menjadi perhatian adalah Jatim. Roy Morgan menyatakan wilayah Jatim & Bali, Jokowi unggul dengan 73% dan Prabowo 27%. Sedangkan Charta Politika menyebut di Jatim, Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas 54,8% dan Prabowo-Sandi 30,6%, sisanya tidak menjawab. Dalam Pilpres 2014 lalu, wilayah Jatim & Bali, Jokowi meraup 13,20 juta suara (54,8%) dan Prabowo 10,89 juta suara (45,2%).

Jawa menjadi medan tempur utama bagi dua pasangan capres-cawapres karena jumlah pemilih di pulau ini mencapai 110,68 juta orang atau 57,4% dari seluruh pemilih nasional.

Magnitude suara lebih banyak terdapat di Pulau Jawa. Dengan semakin banyak dibangunnya posko oleh masing-masing pendukung, tim sukses masing-masing pendukung tidak perlu gencar mencari dukungan di luar Pulau Jawa. Proses pembangunan posko di Jawa tidak perlu mengeluarkan biaya dan energi yang terlalu banyak. Apalagi media-media juga banyak terdapat di Pulau Jawa, baik media mainstream maupun nonmainstream,” tutur dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, saat dihubungi Solopos.com.

Sumber : Newswire