TNI Angkatan Darat akan Membantu Mengajar di Daerah 3T

Ilustrasi daerah tertinggal, terluar, terdepan. (dok)
03 Maret 2019 15:47 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajar di sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

Salah satu permasalahan daerah 3T adalah kurangnya tenaga pendidik. Untuk itu, Kemendikbud menjalin kerja sama dengan TNI AD. Nota kerja sama ditandatangani Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano dan Asisten Teritorial (Aster) TNI AD Brigjen Bakti Agus Fadjari di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (27/2/2019) seperti dilansir laman kemdikbud.go.id, Rabu.

Melalui kerja sama tersebut diharapkan personel TNI AD yang bertugas di daerah 3T dapat mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Dengan demikian kebutuhan tenaga pengajar akan terpenuhi.

Sinergi dengan TNI AD adalah bentuk antisipasi Dirjen GTK jika ada sekolah yang kekurangan guru. Dengan adanya bantuan dari TNI AD tersebut, aktivitas belajar mengajar bisa berjalan.

"Jangan sampai daerah-daerah yang punya potensi [justru] tidak ada gurunya. Ini dalam rangka persiapan. Sebanyak 900 personel ini kita siapkan, menjaga-jaga apabila di perbatasan tidak ada guru. Jika dibutuhkan guru, mereka bisa masuk," kata Supriano.

Dalam nota tersebut, personel TNI yang ditugaskan di Nunukan dan Malino terlebih dahulu mendapatkan peningkatan kompetensi dalam bidang pembelajaran. Materi diberikan Kemendikbud melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Brigjen Bakti Agus Fadjari menjelaskan selama ini prajurit TNI AD sering terlibat dalam proses pembelajaran. Langkah itu untuk menutup kekurangan guru di perbatasan.

Pembekalan dari GTK nantinya dapat menjadi standar bagi personel TNI yang mengajar. Ia menambahkan akan ada dua batalyon yang mendapat pembekalan dari GTK sebelum bertugas. Kedua batalyon tersebut adalah Batalyon 303 Garut dan Batalyon Raider Balikpapan yang akan mendapatkan pembekalan sebanyak 40 jam sebelum bertugas.