Pertama dalam Sejarah, Kim Jong Un Jawab Jawab Pertanyaan Jurnalis Asing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). (Reuters - Leah Millis)
01 Maret 2019 00:10 WIB Iim Fathimah Timorria Internasional Share :

Solopos.com, HANOI - Pertemuan tingkat tinggi kedua antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara memang tak menghasilkan suatu kesepakatan mengenai denuklirisasi atau pencabutan sanksi ekonomi. Namun pertemuan yang berlangsung di Hanoi selama dua hari itu setidaknya membawa Kim selangkah lebih maju di panggung dunia internasional.

Secara tak terduga, dalam suatu sesi foto bersama sebelum berunding dengan Trump pada Kamis (28/2/2019), Kim menjawab pertanyaan yang diajukan oleh jurnalis asing kepadanya.

Pertanyaan itu diajukan oleh David Nakamura, reporter dari Washington Post. Ia bertanya apakah Kim cukup yakin dapat mencapai kesepakatan usai perundingan. "Terlalu dini untuk mengatakannya. Saya tak mengatakan bahwa saya pesimistis. Namun saya punya perasaan perundingan ini akan mengeluarkan hasil yang baik," jawab Kim.

Meskipun optimisme itu meleset, jawaban yang dilontarkan Kim menandai pertama kalinya Pemimpin Korea Utara menjawab pertanyaan dari jurnalis asing. Tak hanya sekali, Kim kemudian kembali menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya.

"Pasti banyak orang yang melihat kami menghabiskan waktu yang menyenangkan, seperti adegan film fantasi. Sejauh ini kami telah melakukan banyak upaya dan ini waktu untuk memperlihatkannya," kata Kim.

Kim yang duduk di seberang Trump kemudian menerima pertanyaan dari Reuters. Ia ditanyai apakah siap melucuti senjata nuklirnya atau tidak. "Kalau saya tidak siap untuk itu, saya tak mungkin di sini," jawab Kim. Ia kemudian meminta izin pada media.

Kemudian, duduk di seberang meja perundingan dari Trump, Kim ditanya oleh Jeff Mason dari Reuters apakah dia siap menyerahkan senjata nuklirnya atau tidak. "Jika aku tidak siap untuk hal seperti itu, aku tidak akan berada di sini," jawab Kim.

Jawaban itu sontak mendapat respons dari Trump yang mengatakan, "Jawaban yang baik. Itu mungkin jawaban terbaik yang pernah kalian dengar."

Setelah sesi foto dan tanya jawab itu usai, para jurnalis yang mengikuti agenda perundingan ini dibuat heran dengan fakta bahwa Kim menjawab banyak pertanyaan dari media.

Gestur dan interaksi percaya diri Kim terhadap media asing sangat bertolak belakang dengan gaya ayahnya, Pemimpin Korea Utara sebelumnya, Kim Jong-il, yang tak pernah meladeni wawancara. Suaranya bahkan hanya terdengar beberapa kali dalam rekaman audio yang dirilis untuk publik.

Kim junior tampaknya mengikuti jejak sang kakek, pemimpin pertama Kim Il-sung. Ia pernah diwawancarai media asing pada 1990-an dan bahkan menjamu sang jurnalis di kapal pesiar pribadinya. Kim Il-sung juga pernah menyatakan bahwa peliputan media di Korea Utara sebagai suatu hal yang "sangat positif".

"Ini merupakan suatu hal yang segar. Bahkan Kim Il-sung lebih menyukai wawancara tertulis. Namun, Kim Jong-un menanggapi pertanyaan wartawan dalam situasi informal," kata Koh Yu-hwan, pakar Kepemimpinan Korea Utara dari Universitas Dongguk Korea Selatan. "Sepertinya dia cukup percaya diri untuk berbicara".

Kendati telah memecah tradisi, ini bukan kali pertama jurnalis asing mengajukan pertanyaan pada Kim. Pada 2013, jurnalis Channel 4 News Inggris pernah melempar pertanyaan kepada Kim. “Pesan apa yang ingin Anda sampaikan ke Barat?” teriak jurnalis itu ketika Kim melewati sekelompok pewarta di sebuah acara di Pyongyang. Sayangnya, Kim tak menjawab pertanyaan itu.

Sumber : Reuters