Janji Menkominfo di Rakernas AMSI: Tak akan Ada Intervensi Kebebasan Pers

Menkominfo Rudiantara. (Bisnis/Muhammad Ridwan)
01 Maret 2019 18:00 WIB Iim Fathimah Timorria Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Menkominfo Rudiantara menyatakan pemerintah akan senantiasa mendukung kebebasan pers. Dia menjamin tidak akan ada intervensi dari pemerintah melalui penerbitan peraturan pemerintah atau menteri.

Hal ini disampaikan Rudiantara kala membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

"Saya akan berdiri paling depan, tidak ada penurunan di UU Pers. Saya akan pastikan setidaknya selama saya jadi menteri sampai 8 bulan lagi, tidak ada peraturan pemerintah dan peraturan menteri yang mengintervensi," kata Rudiantara.

Dia mengakui peran penting insan pers sebagai pilar demokrasi di Tanah Air, apalagi di tengah perkembangan media digital yang diikuti dengan persebaran berita bohong dan hoaks. Rudiantara mengharapkan adanya kerja sama dengan media dalam memerangi fenomena hoaks.

"Kominfo tiap hari melakukan penyisiran terhadap hoaks, permasalahannya adalah klarifikasi dan validasi itu memerlukan waktu, oleh karena itu kami tak bisa bekerja sendiri. Saya ajak kerja sama dengan teman-teman saya berharap media tetap jadi arus utama, kalau perlu kita rembuk di kantor saya gimana memerangi hoaks ini," tambah Rudiantara.

Adapun Rakernas AMSI digelar selama dua hari mulai 1 Maret 2019 sampai 2 Maret 2019. Acara ini bakal membahas masa depan media dan bisnis media digital serta menyusun agenda bisnis media digital untuk setahun ke depan.

"Raker hingga besok itu lebih ke arah menyusun program supaya keanggotaan kita memahami DNA bisnis media online," ujar Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut dalam sambutannya.

Rakernas ini dihadiri oleh anggota AMSI di seluruh Indonesia. Dalam rangkaian rakernas, Wenseslaus mengatakan para pelaku usaha media digital akan diberi ruang untuk memahami monetisasi yang dihadapi sejumlah perusahaan pembuat berita daring.

Wenseslaus memberi gambaran bahwa saat ini media dihadapkan dengan berbagai tantangan. Dari sisi konten, misalnya. Pada 2019, bukan hanya media yang dapat menyampaikan pesan kepada publik, namun juga medium lain seperti pegiat media sosial.

"Adapun dari sisi bisnis, di luar sana juga banyak, seperti aplikasi, yang komposisinya sama dengan kita," ucapnya. Menurut Wenseslaus, tantangan industri digital itu tergolong baru bagi pelaku usaha media yang tergabung sebagai anggota asosiasi.

Dalam rakernas, AMSI akan memberikan edukasi untuk para pemilik bisnis media untuk membuat konten-konten yang lebih menarik tanpa menghilangkan koridor jurnalistik. Selain itu, para bos media akan diberi ruang untuk berkomunikasi dengan pengusaha start-up guna mengembangkan bisnis.

Wenseslaus juga menunjuk pentingnya edukasi bagi pelaku media daerah. Untuk media-media daerah, AMSI pusat akan membantu menjadi penyambung lidah antara media daerah, Dewan Pers, dan pemangku kebijakan selevel kementerian.

Sumber : Bisnis/JIBI