Longsor Tambang Emas Ilegal Sulut, 8 Tewas dan 20 Selamat

Anggota tim SAR mengevakuasi salah seorang korban tambang emas yang longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (26/2 - 2019) malam. (Antara/Humas Basarnas)
01 Maret 2019 17:15 WIB Rinaldi Mohammad Azka Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Evakuasi korban longsor di penambangan emas rakyat tanpa izin di Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara terus dilakukan. Hingga Jumat (3/1/2019) pukul 12.00 Wita, sebanyak 28 korban berhasil dievakuasi. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 20 orang selamat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB  Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hari ini proses evakuasi korban longsor menggunakan alat berat. Hal ini sesuai kesepakatan bersama dengan pertimbangan saat rapat koordinasi yang dipimpin oleh Deputi Operasi & Kesiapsiagaan BNPP (Basarnas), Bupati Bolaang Mongondow dan Forkopimda.

"Evakuasi terus dilakukan dikoordinir oleh Basarnas. Personil pang tergabung dalam operasi SAR Gabungan adalah Basarnas, BPBD Bolmong, BPBD Kotamobagu, Marinir, TNI, Polri, Pol PP, PMI, Tagana, Rescue JRBM, Tim Medis / DVI Polda Sulut dan Relawan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/1/2019).

Dia menyebutkan peralatan berat yang digunakan saat ini yakni, ekskavator, loader, dan light tower. Berikut ini data 28 korban yang berhasil dievakuasi.

Identitas 20 orang selamat adalah:

1. Deni Potabuga, 31, warga Kelurahan Genggulang, Kec. Kotamobagu Utara, Kotamobagu
2. Sudarto Tulong, 40, warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
3. Pian Potabuga, 42, warga Kelurahan Genggulang, Kotamobagu Utara, Kotamobagu.
4. Topan Potabuga, 43, warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
5. Anas Sutiyo Nugroho, 24, warga Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Barat Kabupaten Boltim.
6. Mardianto Singosari, 32, warga Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag Barat, Boltim
7. Awal Mamonto, 35, Warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
8. Haya Londa, 35, warga Desa Mopusi Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
9. Nadin Simbala, 25, warga Desa Bilalang Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
10. Langku Alikarang, 38, warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
11. Risko Tampoi, warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Bolmong.
12. Uding Dotulong, warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
13. Toni Paputungan, warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
14. Heldi Mokoagow, warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kotamobagu.
15. Muin Andrease, warga Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang, Bolmong.
16. Harson Mokoginta, warga Desa Tudu Aog, Kecamatan Passi, Bolmong.
17. Fandi Modeong, warga Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Bolmong.
18. Rusman Pobela, warga Desa Pangian, Kecamatan Passi, Bolmong.
19. Rustam Golonggom, warga Desa Tudu Aog, Kecamatan Lolayan, Bolmong.
20. Sapri Mokodompit, warga Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.

8 orang korban meninggal dunia adalah:

1. Rifai Mamonto, 39, warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
2. Julfikran Makainda, 16, warga Mataindo, Kecamatan Pinolosoian Tengah, Kabupaten Bolsel.
3. Erwin Paputungan, 35, warga Desa Mopusi Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
4. Waldi Tiwang, warga Desa Pangian, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong.
5. Muksa Mamonto, warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
6. Martoni Asiking, warga Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong.
7. Teddi Mokodompit, warga Desa Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu.
8. Abdul Pitres Larene, 44, Warga Bilalang III Kecamatan Bilalang, Bolmong.

Sumber : Bisnis/JIBI