Mahfud MD Laporkan Cuitan Hoaks terkait Dirinya ke Polres Klaten

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD (berbaju batik), melaporkan kasus pencemaran nama baik di Mapolres Klaten, Jumat (1/3 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
01 Maret 2019 14:45 WIB Ponco Suseno Nasional Share :

Solopos.com, KLATEN -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD melaporkan dugaan kasus pencemaran nama baik ke Polres Klaten, Jumat (1/3/2019) pukul 09.40 WIB.

Selain merasa dihina dan dinistakan dengan tuduhan yang dinilai tidak benar, Mahfud MD mengambil jalur hukum guna memberikan pendidikan hukum ke masyarakat di Tanah Air.

Berdasarkan pantauan solopos.com di Mapolres Klaten, Mahfud MD diterima langsung Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi. Di hadapan juru warta, Mahfud MD menjelaskan akan melaporkan kasus hoaks yang menyangkut pribadinya.

Tepat pukul 11.00 WIB, Mahfud MD rampung menyampaikan laporannya. Saat melapor, Mahfud MD menyertakan bukti screenshot cuitan akun @Kakek kampret. Selanjutnya, Mahfud MD meninggalkan Mapolres Klaten dengan menumpang mobil Toyota Alphard warna hitam berpelat nomor AB 10 MD.

“Laporan ini terkait dengan cuitan akun @Kakek Kampret di Twitter. Bagi saya ini penistaan, ini sudah penghinaan. Mobil itu saya beli secara cash di tahun 2013 atau tiga hari sebelum memasuki masa pensiun di MK. Tidak ada kaitannya juga dengan Pilgub 2015,” kata Mahfud MD, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Berdasarkan penelusuran solopos.com, akun @Kakek kampret pernah mencuit di Twitter, Rabu (27/2/2019), yang isinya "Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi Kerawang ex cabup PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu. Kakek sekadar tanya. Dugaan awal, pemilik akun tersebut diketahui beralamat di Bukit Tinggi, Sumbar."

“Awalnya, saya tidak bereaksi. Saya kasih like. Maksud saya agar dia meralat. Ternyata, akun tersebut kembali mencuit, Kamis (28/2/2019) pukul 19.00 WIB yang intinya mempertanyakan kembali apa benar hasil setoran. Saya pun melaporkan hal ini ke Polres Klaten. Saat perjalanan ke Polres , saya kasih tahu ke akun tersebut. Ternyata setelah itu, cuitan tersebut menghilang,” katanya.

Mahfud MD mengatakan cuitan yang dilakukan akun @Kakek kampret sudah menyinggung harga dirinya. Sebagai seorang pejuang antikorupsi di Tanah Air, Mahfud MD tak mungkin menerima setoran alias barang suap.

“Kalau disebut ini akan menjadi preseden, biarkan saja ini menjadi preseden. Silakan lapor ke polisi kalau ada yang merasa terhina di medsos. Perkara, polisi di daerah jadi sibuk, silakan saja. Saya percaya, polisi punya alat untuk melacak akun tersebut. Kasus yang menimpa Mbak Ratna [Ratna Sarumpaet], ketahuan tak sampai 20 jam,” katanya.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengaku siap menindaklanjuti laporan dari Mahfud MD. Jajaran Polres Klaten langsung bekerja melacak akun @Kakek kampret di Twiter.

“Dengan sarana yang kami miliki, kami langsung bekerja secara scientific . Sudah menjadi kewajiban polisi menerima laporan dari masyarakat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Secepatnya, kami akan ungkap kasus ini,” katanya.