Sejarah Hari Ini: 28 Februari 1922, Mesir Merdeka

Bendera Mesir. (Youtube)
28 Februari 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Mesir meraih kemerdekaan dari Inggris, 28 Februari 1922. Sebelumnya, Inggris telah mengontrol negara tersebut selama 50 tahun.

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah lainnya yang terjadi pada 28 Februari setiap tahunnya. Dihimpun dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, berikut Solopos.com menyajikan sejumlah peristiwa bersejarah pada 28 Februari yang dirangkum dalam Sejarah Hari Ini:

Ilustrasi sosok Liu Bang. (Visiontimes.com)
202
Liu Bang dinobatkan sebagai kaisar di Tiongkok dan mendapat julukan Kaisar Gaozu. Pengukuhan Liu Bang itu sekaligus menjadi awal Dinasti Han mengusai Tiongkok selama lebih dari 400 tahun.

1710
Pasukan Denmark pimpinan Jorgen Rantzau yang menginvasi Swedia berhasil dikalahkan dan diusir pasukan Swedia pimpinan Magnus Stenbock dalam Pertempuran Helsingborg. Peristiwa ini merupakan kali terakhir tentara Swedia dan Denmark bertempur di tanah Swedia.

1844
Meriam di kapal perang milik Amerika Serikat (AS), USS Princeton, meledak saat berlayar di Sungai Potomac, AS. Insiden itu menewaskan dua menteri AS yang sedang menumpangi kapal tersebut.

1867
Hubungan diplomatik Vatikan-Amerika Serikat (AS) yang telah terjalin selama 70 tahun terputus setelah Kongres AS menyetop pendanaan untuk misi diplomatik ke Vatikan. Hubungan antara Vatikan dan AS baru dipulihkan kembali pada 1984.

1922
Mesir meraih kemerdekaan dari Inggris yang telah mengontrol negara tersebut selama 50 tahun. Pemerintah Inggris memberikan kemerdekaan kepada Mesir setelah didesak oleh sejumlah gerakan nasionalis di Mesir.

1968
Petinggi militer Amerika Serikat (AS), Jenderal Earl Wheeler, meminta kepada Presiden AS kala itu, Lyndon B. Johnson, untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Ibu Kota Vietnam, Saigon. Permintaan tersebut adalah upaya militer AS untuk segera menaklukkan wilayah Saigon. Saigon kini dikenal dengan nama Kota Ho Chi Minh.

1987
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet menandatangani perjanjian untuk menarik semua senjata nuklir yang mereka tempatkan di sejumlah negara di Eropa. Perjanjian itu diusulkan Pemimpin Uni Soviet kala itu, Mikhail Gorbachev.

1991
Perang Teluk benar-benar berakhir setelah Irak menerima resolusi yang dibuat PBB. Total korban tewas dari Perang Teluk yakni 50.000 tentara Irak, 148 tentara Amerika Serikat (AS), dan 16 tentara Inggris.

Pemandangan di Kota Prizren, Kosovo. (Wikimedia.org)
2008
Jerman menjadi negara pertama yang mengakui Kosovo sebagai negara berdaulat yang merdeka dengan mendirikaan kantor kedutaan besar di Ibu Kota Kosovo, Pristina. Beberapa hari kemudian, Jerman menunjuk duta besarnya untuk Kosovo.

2014
Ukraina menuduh Rusia telah mengirim pasukan militer untuk menduduki Kota Crimea di Ukraina. Bukan hanya itu, Ukraina juga menyebut Rusia telah menduduki Bandara Sevastopol untuk memprovokasi Ukraina ke dalam konflik bersenjata. Ini adalah awal invasi Rusia ke Ukraina yang sedang dilanda krisis.