Puisi Munajat 212 Neno Warisman, Syafii Maarif: Itu Bodoh dan Sadis

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbincang dengan Syafii Maarif di Nogotirto, Gamping, Sleman, Minggu (1/4/2018) - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
28 Februari 2019 16:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif menyebut puisi Munajat 212 Neno Warisman yang menyebut tak ada lagi yang menyembah Tuhan, adalah perbuatan yang bodoh dan biadab.

Buya juga mengingatkan agar aktivis #2019GantiPresiden itu tidak macam-macam menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Peringatan itu disampaikan Buya lantaran penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks bisa membuat masa depan Indonesia menjadi hancur.

"Itu [puisi Neno Warisman] bodoh, sadis, dan biadab. Dalam Pemilu jangan macam-macam apalagi pakai puisi mengancam tidak akan menyembah Tuhan. Indonesia akan tersungkur di hadapan anak bangsa yang suka berbohong, tuna adat, tuna moral dan sebagainya," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut di Panti Trisula Pewari, Menteng, Jakarta Pusat Kamis (28/2/2019).

Menurut Buya, berbagai gesekan atau konflik saat Pilpres 2019 adalah hal yang biasa terjadi. Namun, dia mengimbau agar hal tersebut tidak menimbulkan perpecahan. Perbedaan pilihan adalah hal lumrah, tapi jika sampai mengancam menggunakan fitnah dan hoaks, menurutnya itu sudah melanggar martabat manusia.

"Ketegangan itu biasa, tapi jangan sampai ketegangan itu merusak bangsa ini. Pilihan berbeda enggak apa-apa, kita tetap bersaudara. Tapi kalau berbeda make diancam pake fitnah, hoaks, itu sudah melanggar martabat kita sebagai manusia," ujar Buya.

Neno Warisman membacakan doa dalam penggalan puisi yang dibacakan saat Munajat 212 di Monas beberapa waktu lalu yang isinya mirip doa Nabi saat perang Badar. Hal itu menjadi kontroversi mengingat 

Berikut penggalan doa perang Badar yang dibacakan Neno: "Jangan, jangan engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah. Kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu."

Sumber : Suara.com